Salah satu kompleks yang diduga mengoperasikan online scam di Kamboja. (Amnesty International)
Thailand Temukan Ribuan Bukti Kejahatan Online Scam di Kompleks Kamboja
Willy Haryono • 3 February 2026 09:49
Surin: Militer Thailand telah menemukan sejumlah besar bukti penipuan daring (online scam) lintas negara dari sebuah kompleks penipuan di Kamboja yang disita selama bentrokan tahun lalu antara kedua negara di sepanjang perbatasan sengketa.
Dalam pemaparan kepada wartawan dan delegasi asing di Surin, pejabat senior militer Thailand menyebut kompleks O'Smach menampung ribuan orang, banyak di antaranya korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan online scam terhadap orang asing atau menghadapi hukuman.
Prajurit kemudian memperlihatkan kepada wartawan salah satu dari beberapa gedung di kompleks tersebut yang dibom dan diduduki militer Thailand pada akhir tahun lalu.
Dikutip dari AsiaOne, Selasa, 3 Februari 2026, gedung enam lantai itu dipenuhi dokumen, termasuk daftar panjang calon target beserta detail kontak mereka, serta naskah dialog untuk penipuan online.
Gencatan Senjata Akhiri Bentrokan Perbatasan
O’Smach sebelumnya telah disebut sebagai basis operasi penipuan, termasuk oleh Amerika Serikat, yang mengaitkannya dengan perdagangan manusia dan pemaksaan kejahatan.“Alasan kami memperlihatkan tempat ini hari ini adalah karena kami ingin dunia melihat bagaimana lokasi ini digunakan sebagai basis kriminal terhadap kemanusiaan,” kata Letnan Jenderal Teeranan Nandhakwang, Direktur Jenderal Direktorat Intelijen Royal Thai Army, kepada wartawan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja Touch Sokhak mengatakan kepada Reuters bahwa Thailand menggunakan pusat penipuan sebagai dalih untuk serangan militer. Ia menyebut Kamboja tengah melakukan penindakan terhadap penipuan dan berjanji memberantas industri ilegal tersebut sebelum April.
Thailand dan Kamboja mengakhiri pekan-pekan bentrokan sengit di perbatasan pada akhir Desember dengan gencatan senjata, yang kedua dalam beberapa bulan, yang menghentikan pertempuran terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara dua negara Asia Tenggara tersebut.
Selama bentrokan, militer Thailand menyerang sejumlah kompleks kasino yang dituding sebagai sarang penipuan, seraya mengatakan lokasi tersebut juga digunakan untuk menyimpan senjata dan melancarkan serangan.
Kantor Polisi Palsu
Sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk area perbatasan Thailand, Myanmar, dan Kamboja, dalam beberapa tahun terakhir menjadi pusat penipuan daring, yang menghasilkan miliaran dolar AS setiap tahun.Di antara barang bukti yang disita di O’Smach terdapat 871 kartu SIM yang memungkinkan komunikasi internasional anonim, puluhan ponsel pintar, lencana kepolisian palsu, serta seragam polisi, kata militer Thailand.
Wartawan yang mengunjungi kompleks tersebut juga melihat sejumlah ruangan yang ditata menyerupai kantor polisi dari berbagai negara, termasuk Brasil, China, dan Australia.
Baca juga: Hampir 1.800 Warga Tiongkok Ditahan dalam Penggerebekan Online Scam di Kamboja