Gunung Dukono di Maluku Utara Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik ke Arah Timur

Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra

Gunung Dukono di Maluku Utara Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik ke Arah Timur

Lukman Diah Sari • 22 May 2026 09:13

Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Dukono di Maluku Utara kembali erupsi, pada Jumat pagi, 22 Mei 2026. Gunung Dukono menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak kawah.

"Aktivitas vulkanik berupa letusan tersebut tercatat terjadi sejak pukul 06.09 Waktu Indonesia Timur (WIT)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria, melansir Antara


Kolom abu hasil erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah timur. Tinggi kolom abu tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.687 meter di atas permukaan laut.  

Lana menjelaskan, peristiwa erupsi ini terekam dengan jelas pada alat seismogram milik Pos Pengamatan Gunung Api Dukono dengan amplitudo maksimum mencapai 13 milimeter serta durasi gempa letusan selama 69,55 detik.   Petugas melaporkan bahwa aktivitas erupsi dan hembusan awan abu masih terus berlangsung saat laporan berkala tersebut disusun.

Gunung Dukono Berstatus Waspada


Gunung Dukono lontarkan abu vulkanik setinggi hingga 1.100 meter, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO- PGA Dukono

Saat ini, aktivitas gunung api aktif di Pulau Halmahera tersebut masih berada pada Status Level II atau Waspada. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas luar ruang, pendakian, atau mendekati area Kawah Malupang Warirang dalam radius aman empat kilometer dari pusat aktivitas.

Selain itu, mengingat letusan disertai abu vulkanik terjadi secara periodik dan arah sebarannya sangat bergantung pada kecepatan angin, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga menyediakan alat pelindung diri.

Badan Geologi merekomendasikan warga setempat untuk senantiasa menyiapkan masker serta penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak buruk paparan paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran sistem pernapasan sewaktu-waktu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)