Banjir Rob Terjang Pantura Semarang-Demak, Kendaraan Mengular 2 Kilometer

Banjir akibat air laut pasang merendam jalur Pantura Semarang-Demak menimbulkan kemacetan dan antrean panjang Selasa (19/5). (MI/Akhmad Safuan)

Banjir Rob Terjang Pantura Semarang-Demak, Kendaraan Mengular 2 Kilometer

Media Indonesia • 19 May 2026 14:03

Semarang: Bencana banjir akibat air laut pasang (rob) kembali merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, Selasa pagi, 19 Mei 2026. Ratusan kendaraan terpaksa harus berjalan merambat, hingga mengakibatkan antrean sepanjang dua kilometer di Pantura Semarang-Demak. 

Pantauan Media Indonesia, Selasa, 19 Mei 2026, Jalur Pantura Semarang-Demak tersendat cukup panjang di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, akibat banjir yang merendam jalan nasional dengan ketinggian 10-30 centimeter. Tidak hanya itu, banjir akibat rob juga mengakibatkan warga di sejumlah daerah kesulitan beraktivitas.

"Tidak bisa keluar rumah, jatebavharus menggunakan perahu jika mau berangkat kerja keluar desa dan aktivitas terbatas," kata Bambang, warga Tugu, Kecamatan Sayung, Demak, Selasa, 19 Mei 2026.


Banjir akibat air laut pasang merendam jalur Pantura Semarang-Demak menimbulkan kemacetan dan antrean panjang Selasa (19/5).  (MI/Akhmad Safuan)

Senada, Nur Hasyim, warga Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak, mengungkap bahwa banjir yang sebelumnya datang sore hihgga malam, sekarang dimulai pagi hari.

"Sehingga terpaksa menunda pulang ke rumah sepulang bekerja di sebuah pabrik di Kota Semarang. (menunggu air surut dulu," ujar dia.

Sementara itu Ramdani, sopir truk sembako dari Pati mengaku kaget saat berangkat menuju ke Semarang, karena lalu lintas tersendat bahkan beberapa kali terpaksa berhenti. Dia menyebut antrean panjang lebih dari satu kilometer terjadi, mulai Karangtengah hingga keluar dari Sayung, Kabupaten Demak.

Untuk melintas ruas jalan, pengemudi dari arah Semarang ke Demak butuh waktu satu jam karena harus antre dan berjalan merambat, karena ada  kendaraan mogok atau merambat saat melintasi genangan sepanjang 500 meter," jelas dia.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila secara terpisah mengatakan air laut pasang (rob)  kembali meningkat di perairan utara Jawa Tengah, mengakibatkan banjir di pesisir sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah l. Dia menyebut air laut pasang kembali meningkat pukul 10.00-14.00 WIB dengan ketinggian maksimum satu meter. 

Dia menyebut bahwa rob itu berpotensi menimbulkan banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati, sehingga akan mengganggu aktivitas warga.

"Banjir rob ini mengakibat terganggunya sarana transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam," ujar Shafira. (MI/Akhmad Safuan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)