Arsip foto - Imigran etnis Rohingya terdampar di Aceh Timur, Sabtu, 15 Februari 2025. ANTARA/Hayaturrahmah
340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh
Silvana Febiari • 23 June 2026 06:30
Banda Aceh: Sebanyak 340 imigran etnis Rohingya yang terdampar di sejumlah titik di Provinsi Aceh masih ditampung di beberapa tempat. Mereka tersebar di Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, di Kabupaten Aceh Utara, dan di Seuneubok Rawang, Kabupaten Aceh Timur.
"Sampai saat ini ada sebanyak 340 imigran etnis Rohingya ditampung di sejumlah titik pengungsian di Provinsi Aceh," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
Dari total 340 pengungsi Rohingya yang masih berada di Aceh, sebanyak 185 orang ditampung di lokasi pengungsian Seuneubok Rawang, Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu, 82 orang lainnya berada di penampungan Mina Raya, Kabupaten Pidie, dan 73 orang ditampung di Kabupaten Aceh Utara.
"Status imigran etnis Rohingya tersebut adalah pengungsi dari luar negeri. Sebagai pengungsi dari luar negeri, mereka berstatus tanpa kewarganegaraan," ungkap Tato.
Terkait penanganan pengungsi dari luar negeri, Imigrasi Aceh mendata dan mengawasi imigran etnis Rohingya. Sedangkan pengamanan dilakukan TNI dan Polri.

Imigran etnis Rohingya di Terminal Tipe A, Kota Langsa, Provinsi Aceh, setelah ketahuan melarikan diri. Dokumentasi/ Polres Langsa
Dia mengatakan penanganan seperti kebutuhan logistik mereka berdasarkan Perpres 125 Tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri. Dalam peraturan presiden tersebut, kebutuhan logistik pengungsi Rohingya dibantu pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dan organisasi internasional dalam hal ini UNHCR dan IOM.
"Mereka juga tidak mungkin dikembalikan ke negara asal karena tidak diakui sebagai warga negara oleh Pemerintah Myanmar. Dan dimungkinkan difasilitasi UNHCR untuk ditempatkan ke negara ketiga yang bersedia menerima mereka," ujar Tato.
Gelombang pendaratan imigran etnis Rohingya tersebut berulang kali terjadi di Aceh sepanjang 2023 hingga 2025. Titik pendaratan di Aceh di Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kota Sabang.