PDIP Tegaskan Sikap sebagai Partai Penyeimbang Pemerintahan

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan posisi partainya sebagai penyeimbang pemerintahan sesuai keputusan Rakernas PDIP. (Foto: Dok. Ist)

PDIP Tegaskan Sikap sebagai Partai Penyeimbang Pemerintahan

Patrick Pinaria • 18 June 2026 19:04

Jakarta: PDI Perjuangan menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang sebagaimana diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai. Sikap tersebut ditegaskan Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah sebagai bentuk komitmen partai dalam mengawal jalannya pemerintahan secara objektif dan proporsional.

Menurut Said, posisi sebagai partai penyeimbang tidak dapat disamakan dengan sistem oposisi yang diterapkan di sejumlah negara Barat.

"Sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai Partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara negara barat, yang menjalankan sistem oposisi," kata Said Abdullah.

Ia menjelaskan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menegaskan bahwa posisi sebagai penyeimbang dijalankan dengan sikap objektif dan proporsional terhadap pemerintah.

"Ditegaskan sendiri oleh Ibu Mega, Ketua Umum bahwa sebagai penyeimbang itu bersikap obyektif-proporsional, artinya kalau pemerintah kinerja dan kebijakannya bagus untuk rakyat, sudah seharusnya bagi PDI Perjuangan memberikan dukungan hingga 2029, meskipun PDI Perjuangan tidak mendapatkan manfaat elektoral dari kinerja bagus tersebut. Sebaliknya, kalau kebijakan dan kinerjanya kurang bagus, kami mengingatkan secara kontruktif, dan dalam posisi seperti ini belum tentu juga kami mendapatkan keuntungan elektoral," ujarnya.
 



Said menambahkan, sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan menginginkan Presiden Prabowo Subianto dapat menjalankan pemerintahan dengan baik hingga akhir masa jabatannya sesuai konstitusi.

"Sebagai penyeimbang PDI Perjuangan menginginkan Presiden Prabowo bisa berkhidmat dengan baik hingga 2029 sesuai aturan main yang digariskan konstitusi kita. Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa. Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral," lanjutnya.

Menurut Said, Presiden Prabowo memahami sikap politik yang diambil PDI Perjuangan dan mengapresiasi posisi tersebut.

"Presiden Prabowo sendiri sangat memahami sikap dan pilihan politik yang ditempuh oleh PDI Perjuangan. Bahkan beliau menyatakan terima kasih atas sikap itu, dan menganggapnya sebagai teman yang lebih jujur," ungkap Said.

Ia juga menyebut Presiden Prabowo memahami bahwa pujian yang berlebihan tidak selalu memberikan dampak positif.

"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik, melebih lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap obyektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," tutupnya.

(Patrick Pinaria)