18 June 2026 13:32
Jakarta: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyebut turunnya harga minyak dunia ke bawah harga USD80 per barel menjadi kabar positif bagi perekonomian nasional. Namun, dia meminta pemerintah tidak terburu-buru melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
"Menurut hemat saya, mungkin bulan depan baru akan bisa dihitung (penyesuaian harga BBM nonsubsidi)," ujar Said, dalam program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 18 Juni 2026.
Kata Said, biasanya pemerintah dan DPR menggunakan rata-rata pergerakan harga minyak dalam periode tiga bulan sebagai dasar evaluasi sebelum memutuskan melakukan penyesuaian harga. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha.
"Kalau hari ini harga minyak dunia turun, kita turunkan (harga BBM nonsubsidi), besok (harga minyak dunia) naik lagi, naik lagi juga itu kan. Akan sangat merepotkan sekali bagi para pelaku usaha," kata Said.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)