Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah. Foto: Dok. Istimewa.
Said Abdullah: Penurunan Harga Minyak Mengurangi Tekanan Fiskal Negara
Andre Septian Yusup • 17 June 2026 18:13
Jakarta: Penurunan harga minyak dunia dinilai berdampak positif. Salah satunya, mampu mengurangi tekanan terhadap fiskal negara.
"Turunnya harga minyak dunia tentu kita syukuri bersama karena dapat mengurangi tekanan terhadap fiskal negara. Jika harga minyak terus meningkat, fiskal kita akan semakin terbebani karena ruang fiskal Indonesia tidak terlalu longgar," ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Said menyebut merosotnya harga komoditas energi menjadi angin segar sekaligus kabar positif bagi perekonomian nasional. Pasalnya, koreksi harga minyak dunia dinilai mampu mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ruang fiskal pemerintah yang saat ini tidak terlalu longgar.
Kondisi tersebut juga dinilai memunculkan harapan publik terkait adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri. Namun, politikus PDI Perjuangan ini menegaskan kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi perlu hati-hati.
.jpg)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah. Foto: Dok. Istimewa.
"Namun terkait penyesuaian harga BBM, menurut saya kemungkinan baru bisa dihitung bulan depan. Biasanya pemerintah dan DPR menggunakan rata-rata harga dalam periode tiga bulanan," jelas Said.
Menurut Said, formulasi berbasis rata-rata pergerakan harga minyak mentah dalam kurun tiga bulan sangat krusial sebagai dasar evaluasi. Skema ini dinilai penting untuk mengantisipasi fluktuasi liar di pasar internasional yang dapat memicu ketidakpastian.
"Kalau hari ini harga minyak turun lalu langsung menurunkan harga BBM, kemudian besok harga naik lagi dan harus dinaikkan kembali, tentu akan merepotkan masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Said.