Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sepekan pada Juli 2026, Ini Penjelasannya

Pintu pendakian ke Gunung Gede-Pangarango via Gunung Putri di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat.ANTARA/Ahmad Fikri.

Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sepekan pada Juli 2026, Ini Penjelasannya

Lukman Diah Sari • 22 June 2026 21:16

Cianjur: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup jalur pendakian dan wisata pada 23-29 Juli 2026. Penutupan jalur lantaran digunakan untuk lokasi kejuaraan Jakarta Open Trail Run (JOTR) dan rangkaian South East Asia Trail Running Conferderation.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan, penutupan berlaku sementara bagi pendaki dan wisatawan umum ke sejumlah destinasi wisata yang ada dalam kawasan TNGGP berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 dan 12 Tahun 2026. Untuk para pendaki tidak ada yang dijadwalkan ulang atau pengembalian dana, karena pendaftaran daring atau online belum dibuka sepanjang waktu tersebut.

"Penutupan dilakukan selama satu pekan penuh, sehingga tidak ada pendaki atau wisatawan yang masuk jalur pendakian karena jalur dikhususkan untuk peserta JOTR," kata Agus, Senin, 22 Juni 2026, melansir Antara.



Jalur pendakian ke Gunung Gede-Pangrango di Kawasan Wisata Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.ANTARA/Ahmad Fikri.

Dia menjelaskan kegiatan berskala internasional tersebut akan digelar selama tujuh hari, diikuti peserta dari dalam hingga luar negeri. Sedangkan untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, Balai Besar TNGGP akan memperbaiki sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur pendakian.

Pihaknya mengimbau bagi calon pendaki dan wisatawan yang hendak berkunjung pada tanggal tersebut dapat memilih tanggal lain, karena selama satu pekan sistem pendaftaran melalui daring tidak dibuka.

"Bagi calon pendaki dan wisatawan kami sarankan melakukan pendaftaran secara daring setelah kegiatan selesai, selama penutupan jalur pendakian akan diawasi ketat oleh petugas termasuk melibatkan masyarakat sekitar," ujar dia.

Agus berharap selama penutupan berlangsung tidak ada pendaki atau wisatawan yang melakukan pelanggaran, karena sanksi tegas akan diterapkan. Salah satunya, pendaki akan masuk dalam daftar hitam pendakian di seluruh taman nasional di Indonesia.

(Lukman Diah Sari)