Generasi Muda Dorong Ruang Dialog Lebih Luas untuk Menjaga Persatuan Nasional

Jaringan Cendekiawan Muda (JCM). Dokumentasi/ istimewa.

Generasi Muda Dorong Ruang Dialog Lebih Luas untuk Menjaga Persatuan Nasional

Deny Irwanto • 18 June 2026 21:10

Jakarta: Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan demokrasi yang dihadapi Indonesia, kalangan generasi muda menilai penguatan kolaborasi dan ruang dialog menjadi kunci penting untuk menjaga arah pembangunan nasional tetap berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) melalui pernyataan sikap terkait kondisi nasional yang dinilai sedang menghadapi tantangan multidimensi.

"Karena itu, JCM mendorong pemerintah untuk memperkuat kolaborasi antara negara, masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal PB HMI sekaligus Founder Jaringan Cendekiawan Muda, Muh. Jusrianto, dalam keterangan pers, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Jusrianto, tantangan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya datang dari faktor eksternal, tetapi juga berkaitan dengan kualitas tata kelola internal negara. Ia menilai persatuan nasional akan semakin kuat apabila dibangun di atas fondasi pemerintahan yang transparan, akuntabel, demokratis, serta terbuka terhadap partisipasi publik.

JCM juga menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai memiliki dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap berpotensi mendukung pembangunan generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif.

Meski demikian, forum mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola, pengawasan, dan distribusi agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Selain itu, JCM mendorong pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara profesional dan transparan. Forum ini juga meminta pemerintah memastikan kebijakan energi tetap berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM yang paling rentan terdampak gejolak harga," ungkapnya.


Jaringan Cendekiawan Muda (JCM). Dokumentasi/ istimewa.

Dalam aspek ekonomi, JCM menilai kondisi fiskal yang sehat menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Karena itu, mereka mendorong langkah-langkah konkret melalui peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, pemberantasan kebocoran anggaran, serta penguatan sektor-sektor produktif.

Menurut JCM, ketahanan fiskal yang kuat akan mendukung perlindungan sosial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Selain isu ekonomi, forum tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga ruang dialog dan kebebasan berpikir di lingkungan akademik. JCM menyampaikan keprihatinan terhadap pembubaran sebuah forum diskusi ilmiah di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"JCM turut mengecam keras pembubaran diskusi ilmiah di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). JCM menegaskan bahwa perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, argumentasi, dan pertukaran gagasan. Kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual dan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab," ujar Jusrianto.

Melalui pernyataan sikap tersebut, JCM berharap berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan melalui kolaborasi, dialog, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Bagi kalangan muda, ruang komunikasi yang terbuka dinilai menjadi modal penting untuk menjaga persatuan sekaligus menghadirkan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.

 

(Deny Irwanto)