Polda Banten Pastikan Temuan Mayat dan Pelampung Tak Terkait Hilangnya Jurnalis

Kabid Humas Polda Banten Maruli Hutapea (kedua kiri), Gubernur Banten Andra Soni (kiri) dalam konferensi di Dermaga Pantai Marina, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/ZUBI MAHROFI

Polda Banten Pastikan Temuan Mayat dan Pelampung Tak Terkait Hilangnya Jurnalis

Whisnu Mardiansyah • 14 September 2026 21:48

Pandeglang: Polda Banten memastikan sejumlah benda yang ditemukan pada hari keenam pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 tidak berkaitan dengan lima jurnalis dan tiga warga yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Kabid Humas Polda Banten Maruli Hutapea mengatakan tim menemukan sejumlah objek dalam proses pencarian. Benda tersebut terdiri atas tiga jaket pelampung, dua terpal, dan satu galon air.

"Temuan di hari keenam, tiga jaket pelampung, dua buah terpal, satu galon air. Dari hasil pendalaman dan pencocokan dipastikan bahwa objek yang ditemukan ini tidak berkaitan dengan teman-teman dari speed boat Arupadhatu 1," kata Kabid Humas Polda Banten Maruli Hutapea di Pandeglang, Banten, seperti dilansir Antara, Senin, 14 September 2026.

Selain benda-benda tersebut, tim juga menemukan sesosok mayat di sekitar muara Sungai Kali Terate, Kramatwatu. Namun, kepolisian memastikan jenazah itu bukan bagian dari lima jurnalis dan tiga warga yang hilang setelah kapal cepat Arupadhatu 1 mengalami insiden. Maruli mengatakan kepastian tersebut diperoleh melalui pencocokan data primer terhadap jenazah yang ditemukan.

"Dari hasil data primer dipastikan bahwa mayat tersebut bukan dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speed boat Arupadhatu 1," ucapnya.
 


Tunggu Hasil DNA Jenazah di Enggano

Di sisi lain, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sesosok mayat yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Polda Banten menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas jenazah tersebut.

Maruli menjelaskan jenazah telah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu. Pada Senin, 14 September 2026, jenazah menjalani proses autopsi.

Selanjutnya, kepolisian akan mencocokkan sampel DNA jenazah dengan sampel DNA keluarga delapan orang yang sebelumnya telah diambil.


Tim SAR memantau peta operasi pencarian delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/ZUBI MAHROFI.


"Kita akan melakukan pencocokan. Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," katanya.

Berdasarkan koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano berjenis kelamin laki-laki. Jenazah memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas jenazah serta kemungkinan keterkaitannya dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.

(Whisnu M)