Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. (Dokumentasi/ BNPB)
Update Gempa NTT: 136 Meninggal, 102.384 Rumah Rusak
Silvana Febiari • 10 September 2026 16:01
Kupang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 136 orang meninggal dunia akibat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rinciannya, 48 orang meninggal secara langsung dan 88 lainnya meninggal secara tidak langsung.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 juga menyebabkan kerusakan pada 102.384 rumah.
"Sedangkan jumlah rumah rusak sebesar 102.384 unit, dengan itu dibagi rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang," kata Berton dalam konferensi pers, Kamis, 10 September 2026.
BNPB masih melakukan verifikasi terhadap data kerusakan rumah. Hingga saat ini, proses pendataan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada pekan depan.
.jpeg)
Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Dokumentasi/ BNPB
Selain penanganan korban dan pendataan kerusakan, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa. Total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 2.178 ton.
"Di Labuan Bajo sebesar 1.379 ton dan di Maumere 664 ton," ungkap Berton.
BNPB menyatakan penanganan dan pendataan dampak gempa masih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani.