Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas di KTT BRICS 2026 New Delhi, India. Foto: BPMI Setpres.
Di KTT BRICS 2026, Prabowo: Kami Tidak Suka Didikte oleh Kekuatan Tertentu
Gabriella Thesa Widiari • 13 September 2026 00:56
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memperkuat pertahanan dan kemandirian bangsa agar mampu menentukan arah kebijakannya secara mandiri. Ia menegaskan Indonesia tak menginginkan adanya ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India pada Selasa, 12 September 2026.
“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 12 September 2026.
Baca Juga :
"Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera," kata Prabowo.
Selain itu, kebersamaan antara negara-negara BRICS dinilai akan memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara, seperti di sektor energi. Sektor tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan yang berkelanjutan.
“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas di KTT BRICS 2026 New Delhi, India. Foto: BPMI Setpres.
Melalui BRICS, Indonesia mendorong lahirnya kerja sama konkret yang memperkuat ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan negara-negara anggota, tetapi juga menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan nyata bagi rakyatnya.