ITB dan Rigsis Perkuat Kolaborasi Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Geotermal

Ilustrasi energi baru terbarukan. Foto- dok Freepik

ITB dan Rigsis Perkuat Kolaborasi Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Geotermal

M Sholahadhin Azhar • 8 September 2026 21:10

Jakarta: Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Studi Magister Teknik Geotermal, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), dan PT Rigsis Indonesia memperkuat kerja sama industri. Kerja sama tersebut mencakup beasiswa, penelitian bersama, dukungan kegiatan geotermal workshop, serta hibah peralatan pendidikan.

Perjanjian kerja sama ditandatangani di FTTM ITB, Bandung, pada Juni 2026, dan diresmikan secara seremonial dalam rangkaian ITB International Geotermal Workshop (IIGW) 2026. Salah satu implementasi kerja sama adalah dukungan perangkat Virtual Reality (VR) dari Rigsis kepada Program Studi Magister Teknik Geotermal ITB.

Perangkat tersebut akan dimanfaatkan untuk mengembangkan metode pembelajaran geotermal yang lebih interaktif serta mengeksplorasi penggunaan teknologi digital dalam memahami sistem dan fasilitas geotermal.
Ketua Program Studi Magister Teknik Geotermal ITB, Heru Berian Pratama, mengatakan kolaborasi dengan industri penting untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan, penelitian, dan kebutuhan sektor geotermal.

Presiden Direktur PT Rigsis Indonesia, Farhan Muhammad, mengatakan pengembangan industri geotermal membutuhkan penguatan kemampuan engineering lokal, serta pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.

“Akademia memiliki kekuatan dalam pengetahuan dan penelitian, sementara industri membawa pengalaman dari tantangan di lapangan. Ketika keduanya terhubung, kita dapat membangun tidak hanya proyek geotermal, tetapi juga knowledge, talent, dan engineering capability untuk pengembangan industri dalam jangka panjang,” ujar Farhan dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.

Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Studi Magister Teknik Geotermal, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), dan PT Rigsis Indonesia memperkuat kerja sama industri. Dok. Istimewa

Selain VR, Rigsis melihat potensi pemanfaatan Digital Twin untuk menjembatani kebutuhan pendidikan dengan praktik engineering. Teknologi tersebut memungkinkan berbagai informasi teknis, seperti technical drawings, process diagrams, 3D models, dan data engineering, divisualisasikan secara lebih interaktif.

Menurut Farhan, pendekatan tersebut dapat membantu mengomunikasikan informasi engineering yang kompleks, sehingga lebih mudah dipahami oleh mahasiswa maupun stakeholder non-teknis yang lebih luas.

Engineering tidak hanya perlu akurat secara teknis, tetapi juga perlu dapat dikomunikasikan dengan baik. VR dan Digital Twin membuka peluang untuk membuat informasi engineering lebih mudah dipahami sekaligus mendukung pembelajaran dan knowledge transfer," ujar Farhan.

Melalui kerja sama ini, ITB dan Rigsis berharap dapat memperluas ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan dan praktik geotermal di Indonesia. Kedua pihak berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kapabilitas geotermal Indonesia dalam jangka panjang.

(Achmad Zulfikar Fazli)