Potensi Geotermal Indonesia Masih Besar, Pemerintah Siapkan Jurus Percepatan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: dok IIGCE.

Potensi Geotermal Indonesia Masih Besar, Pemerintah Siapkan Jurus Percepatan

Ade Hapsari Lestarini • 19 August 2026 18:35

Jakarta: Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya melalui pemanfaatan energi panas bumi atau geotermal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemanfaatan potensi panas bumi di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 10-13 persen.

Bahlil mengatakan, percepatan pengembangan EBT menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

"Kita ini kan lagi mendorong percepatan realisasi daripada energi baru terbarukan, karena ini merupakan bagian dari strategi untuk kedaulatan ketahanan energi kita," ucap Bahlil di sela acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.


Ilustrasi panas bumi. Foto: Magnific.
 

 

Pemerintah siapkan kemudahan dan insentif


Bahlil menjelaskan, salah satu kendala dalam pengembangan panas bumi adalah regulasi dan proses perizinan. Maka dari itu, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memberikan kemudahan dan mempercepat proyek geotermal.

Selain kemudahan regulasi, pemerintah juga tengah membahas pemberian insentif untuk mendorong investasi dan pengembangan dalam sektor panas bumi. Bahlil menyebut pembahasan ini masih dilakukan oleh Direktorat Jenderal terkait.

Pemerintah juga sebelumnya telah menyiapkan perubahan terhadap sejumlah aturan untuk mempercepat pemanfaatan panas bumi. Kementerian ESDM menyebut perubahan aturan ini diperlukan untuk memudahkan pengembangan proyek panas bumi, termasuk dalam pengelolaan wilayah kerja dan pemberian dukungan bagi pengembang. (Tiaranissa Juliansyah)

(Ade Hapsari Lestarini)