Ajang International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE). Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah
Minat Investasi Panas Bumi di Indonesia Meningkat
Eko Nordiansyah • 19 August 2026 15:57
Jakarta: Kepercayaan investor terhadap sektor panas bumi di Indonesia semakin menguat. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rencana pengeboran pada 2027 dan 2028 serta munculnya sejumlah pengembang atau developer panas bumi baru.
Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia Julfi Hadi menyebut perkembangan investasi menjadi salah satu fokus strategi dalam mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia.
”Kepercayaan investor terhadap sektor panas bumi kita terus menguat, terbukti dari rencana pengeboran yang meningkat, yang akan dilakukan pada 2027 dan 2028 serta munculnya IPB baru,” ucap Julfi Hadi dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE), Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menambahkan, penguatan investasi tersebut juga didukung oleh langkah pemerintah yang mendorong pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) baru. Selain itu, PT PLN (Persero) terlibat aktif dalam pengembangan panas bumi Indonesia melalui program kemitraan dengan pengembang.
Selain investasi dan ekspansi WKP, industri panas bumi juga mulai mendorong penggunaan teknologi baru, optimalisasi, serta manufaktur lokal. Upaya tersebut dinilai dapat memangkas biaya pengembangan sekaligus mempercepat realisasi panas bumi.

(Ilustrasi panas bumi. Foto: Freepik)
Kunci ketahanan energi dan transaksi energi
Julfi mengatakan, panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat diandalkan dan melihat cakupannya yang tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Ini juga didukung karakteristik panas bumi yang dapat memasok listrik secara stabil tanpa bergantung pada kondisi cuaca tertentu (baseload).”Energi panas bumi mempunyai karakteristik yang spesial, yaitu bisa menjadi baseload. Satu-satunya baseload renewable yang ada pada saat ini juga terbarukan, bersih, dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke,” ucap dia.
Pengembangan industri panas bumi disebut dinilai dapat memperkuat ekonomi hijau atau green economy, sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Namun, pemanfaatan potensi panas bumi Indonesia masih perlu terus ditingkatkan.
Julfi juga menyebut sekitar 88 persen kandungan panas bumi Indonesia masih belum terlaksana. Maka dari itu, eksplorasi dan pemanfaatan panas bumi perlu dipercepat untuk mengoptimalkan sumber daya energi. Percepatan pengembangan panas bumi tersebut bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara nomor satu di dunia dalam sektor panas bumi pada 2030. (Tiaranissa Juliansyah)