Pertemuan antara Menlu RI dan Yordania di sela sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026. (Kemenlu RI)
Menlu Sugiono Tekankan Pentingnya Sistem Multilateral bagi Perdamaian di Palestina
Willy Haryono • 19 February 2026 21:42
New York: Menteri Luar Negeri Sugiono menggelar pertemuan bilateral terpisah dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Mesir, dan Yordania di sela-sela sidang terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat di hari Rabu guna membahas perkembangan geopolitik dan proses perdamaian Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong penguatan gencatan senjata serta perlindungan warga sipil Palestina, khususnya di Gaza.
Ia juga menekankan bahwa pemindahan paksa warga Palestina merupakan pelanggaran hukum internasional yang harus ditolak.
“Saudara-saudara kita di Palestina tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk merasakan perdamaian yang adil dan bermartabat,” ujar Menlu Sugiono, dalam keterangan di situs Kemenlu RI, Kamis, 19 Februari 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung menjelang Inaugural Leaders’ Meeting of the Board of Peace (BoP) yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC pada Kamis ini.
Indonesia memandang keterlibatan sejak tahap awal BoP penting untuk memastikan mekanisme tersebut tetap konsisten dengan Piagam PBB dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).
Para menteri luar negeri yang hadir juga sepakat bahwa berbagai mekanisme perdamaian, termasuk Board of Peace, harus berjalan sejalan dengan solusi dua negara dan hukum internasional.
Selain itu, Menlu Sugiono juga bertemu Sekretaris Jenderal PBB, Wakil Tetap Palestina untuk PBB, serta Menteri Luar Negeri Inggris selaku Presiden DK PBB bulan Februari.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menekankan pentingnya penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza secara cepat, aman, dan tanpa hambatan.
Rangkaian pertemuan tersebut, menurut Sugiono, mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina serta memperkuat sistem multilateral dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.


Baca juga: Indonesia Desak Perlindungan Warga Gaza dalam Sidang Dewan Keamanan PBB