Diduga Korupsi, Eks Menteri Energi Ukraina Ditahan saat Coba Kabur

Ilustrasi: Medcom.id

Diduga Korupsi, Eks Menteri Energi Ukraina Ditahan saat Coba Kabur

Muhammad Reyhansyah • 16 February 2026 12:00

Kyiv: Mantan menteri energi Ukraina ditahan ketika mencoba meninggalkan negara tersebut, demikian disampaikan pihak berwenang.

Mantan pejabat yang diidentifikasi sebagai German Galushchenko dilaporkan ditangkap saat berada di kereta yang hendak keluar dari Ukraina, meski tujuan perjalanannya belum diketahui secara pasti. Ia sebelumnya dicopot dari jabatan pemerintah tahun lalu setelah termasuk di antara pejabat yang disebut dalam skandal korupsi.

Dilansir dari BBC, Senin, 16 Februari 2026, Galushchenko merupakan salah satu dari sejumlah tokoh pemerintahan yang diduga terlibat dalam skema penggelapan dana sekitar 100 juta dolar AS yang terungkap pada November.

Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina menyatakan pada Minggu bahwa para detektifnya menahan mantan menteri energi tersebut “saat melintasi perbatasan negara” sebagai bagian dari penyelidikan yang dikenal sebagai kasus Midas.

Lembaga itu tidak menyebutkan nama secara langsung, tetapi sejumlah media Ukraina terkemuka mengidentifikasinya sebagai Galushchenko.

Lembaga tersebut tidak memberikan rincian tambahan mengenai penahanan itu dan menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut. Media Radio Free Europe melaporkan ia dibawa ke Kyiv untuk pemeriksaan lanjutan setelah penjaga perbatasan sebelumnya diminta memberi tahu otoritas jika ia mencoba melarikan diri.

Kasus Korupsi Guncang Politik Ukraina

Galushchenko sempat menjabat sebagai menteri kehakiman untuk waktu singkat setelah tiga tahun memimpin kementerian energi. Ia diminta mengundurkan diri oleh Presiden Volodymyr Zelensky pada November. Penggantinya, Svitlana Hrynchuk, juga kemudian mundur setelah turut dikaitkan dengan skandal tersebut.

Penyelidikan antikorupsi besar yang dijuluki Operation Midas disebut merupakan hasil dari 15 bulan investigasi bersama antara Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina dan Kantor Kejaksaan Anti-Korupsi Khusus. Kedua lembaga menuduh sejumlah pihak mengatur skema penggelapan dana di sektor energi Ukraina, termasuk di operator nuklir nasional Energoatom.

Galushchenko termasuk di antara mereka yang dituduh secara sistematis mengumpulkan komisi ilegal dari kontraktor Energoatom sebesar sekitar 10 hingga 15 persen dari nilai kontrak. Lembaga antikorupsi juga menyatakan dana dalam jumlah besar dicuci dalam skema tersebut, bahkan dipindahkan ke luar Ukraina, termasuk ke Rusia.

Sebelumnya Galushchenko menyatakan akan membela diri terhadap tuduhan itu.

Dalam kasus terkait, mantan wakil perdana menteri Oleksiy Chernyshov ditangkap pada November atas dugaan “pengayaan ilegal” setelah lebih dulu didakwa menyalahgunakan jabatan. Seorang pengusaha, Timur Mindich, yang juga salah satu pemilik studio televisi lama Zelensky, dilaporkan melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Skandal tersebut sempat mengancam stabilitas pemerintahan Zelensky, yang berkuasa dengan janji memberantas korupsi sebelum invasi besar Rusia. Kepala staf presiden, Andriy Yermak, bahkan mengundurkan diri setelah rumahnya digeledah, meski baik presiden maupun Yermak tidak dituduh melakukan pelanggaran.

Kasus ini juga menambah tekanan dari Amerika Serikat agar Ukraina menggelar pemilu, yang sejak 2022 ditangguhkan karena ketentuan konstitusi selama masa perang.

Tuduhan bahwa para pejabat memperkaya diri dari sektor energi memicu kemarahan publik, terutama karena skandal itu mencuat saat Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina menjelang musim dingin yang keras.

Negara bekas Uni Soviet tersebut telah lama menghadapi persoalan korupsi yang masih berlanjut meskipun lembaga antikorupsi telah beroperasi selama satu dekade. Upaya pemberantasan korupsi juga dipandang sebagai syarat penting bagi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)