Angka Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,65%, Terendah Sejak 1994

Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Angka Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,65%, Terendah Sejak 1994

Husen Miftahudin • 27 October 2026 22:58

Jakarta: Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia tercatat sebesar 4,65 persen pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka tersebut sebagai tingkat terendah sejak 1994, ketika TPT tercatat sebesar 4,36 persen.
 
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan capaian tersebut mencerminkan perkembangan penyerapan tenaga kerja di tengah pertumbuhan angkatan kerja nasional.
 
"Pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi. Capaian TPT 4,65 persen ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja," kata Haryo dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.
 
Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat bekerja. Sementara itu, TPT turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
 

 

Angka kerja terus bertambah

 
Haryo mengatakan penurunan TPT menjadi tantangan tersendiri karena jumlah angkatan kerja Indonesia terus meningkat. Ia membandingkan angkatan kerja pada 2026 yang mencapai 155,41 juta orang dengan sekitar 83,32 juta orang pada era 1990-an.
 
"Mampu menekan TPT hingga mendekati level terendah di tengah basis angkatan kerja yang melonjak masif menegaskan pesatnya penciptaan dan penyerapan lapangan kerja baru di berbagai sektor ekonomi," ujar Haryo.
 
Sebagai perbandingan, TPT Indonesia sempat mencapai 11,24 persen pada 2005 dan meningkat menjadi 7,07 persen pada 2020 ketika pandemi covid-19 memengaruhi aktivitas ekonomi. Angka tersebut kemudian turun hingga 4,65 persen pada Mei 2026, berdasarkan data dan keterangan yang disampaikan pemerintah.
 
Meski demikian, TPT merupakan indikator proporsi penganggur terhadap total angkatan kerja. Angka ini perlu dibaca bersama indikator lain, seperti jumlah penduduk bekerja, kualitas pekerjaan, tingkat upah, dan proporsi pekerja formal maupun informal.

Angka Pengangguran Terus Meningkat: Ini Jenis-jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

(Ilustrasi pengangguran. Foto: dok Metrotvnews.com)

 

Genjot peningkatan kualitas tenaga kerja

 
Pemerintah menyatakan akan melanjutkan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan (upskilling), dan optimalisasi pemanfaatan kapasitas industri.
 
Haryo menegaskan sasaran kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah, tetapi juga mendorong tersedianya pekerjaan berkualitas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
 
"Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," tutur Haryo.
 
Perkembangan TPT menjadi salah satu indikator untuk memantau kondisi pasar kerja. Pemerintah juga perlu memperhatikan kualitas pekerjaan dan kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

(Husen Miftahudin)