Rusia Tolak Gencatan Senjata Jelang Perundingan Trilateral dengan AS dan Ukraina

Kremlin menegaskan Rusia tidak akan menghentikan operasi militer menjelang perundingan trilateral dengan AS dan Ukraina. (Anadolu Agency)

Rusia Tolak Gencatan Senjata Jelang Perundingan Trilateral dengan AS dan Ukraina

Willy Haryono • 31 October 2026 08:48

Moskow: Persiapan pembicaraan trilateral yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Ukraina tidak berarti pertempuran di garis depan akan dihentikan, ucap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menegaskan Moskow menolak gencatan senjata yang dinilai hanya akan memberi Kyiv kesempatan untuk beristirahat dan menyusun kembali kekuatannya.

Berbicara kepada wartawan, Peskov mengatakan Rusia menginginkan perdamaian jangka panjang, bukan gencatan senjata yang memungkinkan Ukraina melakukan konsolidasi kekuatan.

"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami menentang gencatan senjata yang akan memberikan kesempatan bagi Ukraina untuk beristirahat," kata Peskov, seperti dikutip kantor berita pemerintah Rusia, TASS.

Peskov juga mengatakan Moskow tidak berencana menghentikan operasi militernya menjelang pembicaraan trilateral yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pada November.

Ketika ditanya apakah negara-negara Eropa akan ikut serta dalam perundingan tersebut, Peskov mengatakan hal itu belum dibahas.

Meski demikian, ia menyebut keterlibatan negara-negara Eropa mungkin diperlukan pada tahap selanjutnya. Namun, menurut dia, belum ada pembahasan konkret mengenai kemungkinan tersebut.

"Pada tahap tertentu, ya, keterlibatan negara-negara Eropa akan diperlukan. Namun, sejauh ini belum ada yang membahas hal tersebut secara konkret," ujarnya.

Peskov juga mengatakan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia tidak akan mengganggu rencana perundingan.

Ia menambahkan, Moskow tidak berniat mengangkat persoalan tersebut dalam pertemuan di Abu Dhabi. Menurut Peskov, masalah itu lebih tepat dibahas antara Washington dan Kyiv.

Baca juga: Ukraina Jeda Serangan ke Kilang Minyak Rusia Menyusul Tekanan AS

(Willy Haryono)