Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu
Menlu Iran Tuduh Netanyahu Dorong AS dalam Perang Lain Demi Hindari Penjara
Fajar Nugraha • 19 October 2026 07:42
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam perang lain dengan Iran demi menghindari hukuman penjara.
Ia juga memperingatkan Washington agar tidak melakukan tindakan militer baru.
“Netanyahu mendorong Amerika ke dalam perang lain agar ia tidak masuk penjara,” tulis Araghchi melalui X, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 19 Oktober 206.
Ia menuduh pemimpin Israel tersebut mengabaikan konsekuensi yang mungkin timbul bagi Israel maupun Presiden AS Donald Trump.
“Terakhir kali Anda ingin ‘menyelesaikan tugas tersebut’, Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar. Ingin mencoba keberuntungan lagi? Silakan saja. Namun berhati-hatilah, kami pun memiliki urusan yang belum selesai,” tambah Araghchi.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump memberikan dukungan kepada Netanyahu pada hari Minggu, menjelang pemilihan umum Israel tanggal 27 Oktober. Trump memuji kemitraan mereka dalam menghadapi Iran dan memperingatkan bahwa Washington mungkin harus turun tangan sendiri jika rakyat Israel memilih pemimpin lain.
“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah -,siapa pun selain Bibi,- maka Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak ingin melakukannya,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, menggunakan nama panggilan Netanyahu.
Netanyahu telah memimpin pemerintahan saat ini sejak akhir 2022, yang digambarkan sebagai pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah Israel. Ia juga tengah menghadapi persidangan di dalam negeri atas tuduhan korupsi yang dapat berujung pada hukuman penjara jika terbukti bersalah. Selain itu, sejak 2024, ia telah menjadi target pencarian oleh Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Partai-partai oposisi telah meningkatkan koordinasi dalam upaya untuk mengganti pemerintahan Netanyahu melalui pemungutan suara.
AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu serangan balasan dari Teheran.
Meskipun sempat tercapai gencatan senjata pada bulan April dan kesepakatan kerangka kerja pada bulan Juni, pertempuran kembali pecah seiring dengan terhentinya negosiasi antara Washington dan Teheran.