Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS
Kronologi Karhutla TNBTS, Api dari Ladang Warga Merambat ke Kawasan Konservasi
Daviq Umar Al Faruq • 16 October 2026 18:44
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, yang menewaskan empat personel, bermula dari kebakaran ladang milik warga di luar kawasan konservasi. Api kemudian merambat memasuki kawasan taman nasional setelah angin bertiup kencang secara tiba-tiba.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, laporan awal kebakaran diterima dari Kepala Desa Ngadas pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 14.23 WIB. Titik api berada di ladang warga sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.
"Kejadian kebakaran bermula pada Selasa 13 Oktober 2026, ketika petugas menerima informasi dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14.23 WIB mengenai kebakaran ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83 dan berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo," terang Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Besar TNBTS berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mengerahkan personel ke lokasi kebakaran. Warga bersama Kepala Desa Ngadirejo turut berupaya memadamkan api secara manual menggunakan alat gebyok. Upaya pemadaman dilakukan di tengah keterbatasan akses menuju sumber air.
Kobaran api sempat dinyatakan padam sepenuhnya pada Rabu siang. Namun, vegetasi kering di medan yang terjal membuat api kembali muncul dan merambat hingga kawasan Mentigen.
Perluasan kebakaran tersebut berujung pada insiden yang menyebabkan sejumlah petugas pemadam terjebak pada Kamis sore. Peristiwa itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan dua personel lainnya mengalami luka bakar berat.
Empat korban meninggal dunia ialah Sukaris, pegawai negeri sipil (PNS) TNBTS; Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah, staf PT MIP; serta Hendra Rony Wagiyanata, personel Manggala Agni TNBTS. Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, Hendra Rony Wagiyanata meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di RSUD Tongas.
Adapun dua korban yang mengalami luka bakar berat ialah Munawi dari Masyarakat Peduli Api dan Suraji, personel DW Security PT MIP. Keduanya dirujuk untuk menjalani perawatan di RS Dr Soetomo, Surabaya.
.jpg)
Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS. Dokumentasi/Polres Malang.
Dalam proses penanganan insiden tersebut, kepolisian dari Polres Probolinggo turut membantu evakuasi korban dan mengumpulkan bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Proses penyelidikan diperlukan untuk menelusuri penyebab kebakaran dan memastikan kronologi peristiwa berdasarkan hasil pemeriksaan.
"Korban meninggal dievakuasi bersama dengan pihak Polres Probolinggo dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Tongas untuk proses visum," jelas Rudijanta.
Seluruh korban meninggal maupun korban luka telah dievakuasi untuk menjalani penanganan medis dan proses pemeriksaan sesuai kebutuhan. Balai Besar TNBTS juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai penanganan korban yang masih dirawat.
"BB TNBTS akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan korban yang masih dalam perawatan dan informasi lanjutan akan disampaikan setelah diperoleh perkembangan penanganan," tegas Rudijanta.