Kamboja menetapkan upah minimum bulanan baru bagi pekerja industri garmen. Foto: Dok Xinhua
Kamboja Naikkan Upah Minimum Pekerja Garmen Jadi USD212 pada 2027
Eko Nordiansyah • 1 October 2026 13:32
Jakarta: Kamboja menetapkan upah minimum bulanan baru bagi pekerja industri garmen, tekstil, alas kaki, dan barang perjalanan sebesar USD212 untuk 2027.
Melansir Xinhua, Kamis, 1 Oktober 2026, ketetapan tersebut disampaikan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada Rabu, 30 September. Besaran upah tersebut naik USD2 dibandingkan upah minimum saat ini sebesar USD210.
Hun Manet menyampaikan angka final tersebut melalui kanal media sosial resminya setelah dilakukan pemungutan suara oleh Dewan Nasional untuk Upah Minimum.
Selain gaji pokok, pekerja tetap menerima tunjangan tambahan bulanan yang berlaku. Tunjangan tersebut mencakup bonus kehadiran rutin, pembayaran kompensasi masa kerja, serta tunjangan perumahan dan transportasi.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Total pendapatan pekerja
Total pendapatan pekerja juga didukung kenaikan tunjangan perjalanan bulanan sebesar USD2,5 yang diterapkan pada awal tahun ini untuk membantu pekerja menghadapi kenaikan biaya transportasi."Dengan demikian, upah dasar 2027 yang mencakup upah minimum dan tunjangan tambahan yang diterima pekerja di sektor garmen, tekstil, alas kaki, dan barang perjalanan akan berkisar antara USD231,5 hingga USD242,5 per bulan," kata Hun Manet.
Struktur upah baru ini mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Sektor garmen, tekstil, alas kaki, dan barang perjalanan tetap menjadi penyumbang devisa terbesar di Kamboja.
Data Kementerian Tenaga Kerja dan Pelatihan Kejuruan menunjukkan industri tersebut mencakup lebih dari 1.800 pabrik dan cabang, dengan sekitar 1,1 juta pekerja, yang sebagian besar merupakan perempuan.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Kamboja, ekspor barang tersebut mencapai USD11,76 miliar pada Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 7,2 persen dari USD10,97 miliar pada periode yang sama tahun lalu. (Natasya Dwi Putri)