Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau pelaksanaan Job Fair Kota Tangerang. (Dokumentasi/ Istimewa)
Peluang Kerja Warga Tangerang Diperluas Melalui Job Fair Rutin
Silvana Febiari • 30 September 2026 18:24
Tangerang: Akses terhadap lapangan pekerjaan terus diperluas di Kota Tangerang, Banten, melalui kegiatan Job Fair yang digelar secara rutin. Kegiatan tersebut mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti proses rekrutmen secara langsung.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan pembukaan akses kerja memiliki dampak yang lebih luas karena penghasilan dari pekerjaan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga dan merencanakan masa depan.
"Saat seseorang mendapatkan pekerjaan, yang terbantu bukan hanya dirinya. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya, kebutuhan yang bisa terpenuhi, dan ada masa depan yang bisa ditata. Karena itu, kami terus membuka akses melalui Job Fair yang digelar rutin setiap bulan. Kita ingin kesempatan kerja semakin dekat dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat," kata Sachrudin di Tangerang, Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan Job Fair menjadi salah satu bagian dari Program 3G-Gampang Kerja yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi lowongan sekaligus mengikuti proses rekrutmen dari perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Data Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025. Pada periode Job Fair 2026, sebanyak 864 warga Kota Tangerang tercatat terserap dari total 4.219 pelamar.

Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau pelaksanaan Job Fair Kota Tangerang. (Dokumentasi/ Istimewa)
Selain memperluas akses bagi pencari kerja secara umum, kesempatan kerja juga diberikan kepada penyandang disabilitas. Salah satunya Dwiki Alpian yang memperoleh pekerjaan di salah satu gerai ritel di Kota Tangerang setelah mengikuti Job Fair.
Saat bertemu Dwiki, Sachrudin menyampaikan pentingnya kepercayaan diri dan pengembangan kemampuan dalam memasuki dunia kerja.
"Jangan pernah merasa minder. Kita juga punya kemampuan dan kesempatan yang sama. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba,” jelas Sachrudin.
Menurut Sachrudin, kemampuan dan kompetensi menjadi salah satu pertimbangan dalam kesempatan kerja. Ia mengatakan masyarakat dengan disabilitas juga memiliki hak untuk bekerja, berkarya, dan membangun kemandirian.
"Semua memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan menjadi mandiri," ungkapnya.
Bagi Dwiki, kesempatan tersebut memberinya ruang untuk memperoleh penghasilan dan menjadi lebih mandiri.
"Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri," ujar Dwiki.
Akses kerja bagi pencari kerja berkebutuhan khusus juga diperluas melalui kerja sama Unit Layanan Disabilitas Pemerintah Kota Tangerang dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia. Hingga 2026, sebanyak 57 pencari kerja berkebutuhan khusus telah ditempatkan di berbagai perusahaan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Akses Lowongan Diperluas
Kemudahan mendapatkan informasi pekerjaan juga dikembangkan melalui layanan digital. Salah satunya melalui fitur Tangerang Cakap Kerja yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE, sehingga pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan dan mengikuti proses rekrutmen secara lebih praktis.Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan layanan tersebut ditujukan untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan.
"Job Fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen," ujarnya.
Selain layanan digital, Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang juga menyiapkan Pojok Lowongan Kerja (Joker) di kantor dinas. Layanan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026 tersebut akan dibuka setiap Jumat untuk memberikan informasi lowongan dan akses peluang kerja secara langsung kepada masyarakat.
Upaya memperluas kesempatan kerja juga disertai dengan peningkatan keterampilan. Program seperti On the Job Training (OJT), Bursa Kerja Khusus (BKK), SI PRAJA atau Mobil Pelatihan Praktik Kerja, dan Balai Latihan Kerja (BLK) diarahkan untuk membantu pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelatihan mencakup sejumlah keterampilan, termasuk bidang digital dan teknologi informasi. Pemerintah Kota Tangerang juga mengembangkan BKK SMK dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk menyiapkan lulusan dan pencari kerja menghadapi peluang penempatan kerja, termasuk ke luar negeri.
Dengan berbagai jalur tersebut, akses terhadap pekerjaan tidak hanya dilakukan melalui pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja. Informasi lowongan, proses rekrutmen, pelatihan, dan peningkatan kompetensi menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat memasuki dunia kerja.
Pembukaan lapangan pekerjaan sekaligus penguatan keterampilan menjadi dua hal yang saling berkaitan. Dengan akses yang lebih mudah dan kompetensi yang sesuai kebutuhan, pencari kerja diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh pekerjaan dan membangun kemandirian ekonomi.