Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping. (The New York Times)
AS Tegaskan Kebijakan terhadap Taiwan Tak Berubah usai Pertemuan Trump-Xi
Willy Haryono • 28 September 2026 06:01
Washington: Kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap Taiwan tetap konsisten setelah pembicaraan bilateral tingkat tinggi di Washington pekan lalu antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Duta Besar AS untuk Tiongkok David Perdue mengatakan bahwa pemerintahan AS tetap mempertahankan kebijakan Satu Tiongkok.
“Dukungan kami terhadap hal itu tidak berubah,” kata Perdue kepada Fox News pada Minggu, 27 September 2026.
“Kami tidak mendukung kemerdekaan dan kami tidak mendukung pemaksaan," sambungnya.
Perdue juga menolak anggapan bahwa Washington tidak memberikan dukungan pertahanan yang memadai kepada Taiwan. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai pemimpin yang menurutnya “sangat kuat dalam isu Taiwan”.
Perdue mengatakan Trump telah mengizinkan transfer senjata ke Taipei 50 persen lebih banyak dibandingkan presiden AS mana pun sejak 1979. Menurut dia, transfer tersebut termasuk paket senilai USD11 miliar yang sebelumnya telah disetujui, sementara pembahasan mengenai pengiriman peralatan pertahanan tambahan masih berlangsung.
“Dia dan Presiden Xi membicarakan hal itu setiap kali mereka bertemu,” kata Perdue.
Perdue mengatakan Trump kerap menyampaikan kepada para mitranya bahwa Washington menjual peralatan pertahanan ke berbagai negara di dunia. Ia juga mengatakan Trump pernah bertanya kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping apakah Beijing ingin membeli senjata dari AS.
Trump pada Sabtu lalu mengatakan dirinya tidak menghabiskan banyak waktu untuk membahas Taiwan dalam pertemuannya dengan Xi. Ia menambahkan bahwa pemimpin Tiongkok tersebut “sangat memahami” posisinya mengenai Taiwan.
Keamanan Regional dan Iran
Terkait keamanan regional, Perdue mengatakan Washington telah menyampaikan kepada Beijing bahwa pemberian intelijen, komponen, atau perangkat keras militer kepada Teheran selama perang Iran yang sedang berlangsung merupakan tindakan yang “sepenuhnya tidak dapat diterima."Menurut Perdue, Xi kembali menegaskan komitmen yang disepakati pada Mei, termasuk menentang kepemilikan senjata nuklir oleh Iran, mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta menolak penerapan biaya transit maritim.
Mengenai teknologi yang berkembang, Perdue mengatakan pejabat Tiongkok mulai menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh sistem AI terdepan. Ia menegaskan Washington akan terus melakukan keterlibatan diplomatik dengan Beijing terkait risiko-risiko tersebut.
Baca juga: Xi Jinping dan Donald Trump Dijadwalkan Bertemu Dua Kali Lagi Tahun Ini