Kabut Asap Karhutla Picu 11 Ribu Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru

Ilustrasi kondisi Kota Pekanbaru yang diselimuti kabut asap kiriman. ANTARA/Bayu Agustari Adha

Kabut Asap Karhutla Picu 11 Ribu Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru

Silvana Febiari • 14 October 2026 14:12

Pekanbaru: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Provinsi Riau mencatat 11.707 kasus gangguan kesehatan dialami warga akibat terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman hingga pertengahan Oktober 2026.

Kepala Dinkes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menjelaskan angka tersebut merupakan data kumulatif yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026. Pendataan dimulai tepat setelah ditetapkannya status siaga darurat kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru.

"Seluruh data kesehatan tersebut berhasil direkap dari fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di kota tersebut, yakni mencakup 21 puskesmas dan 30 rumah sakit. Dari total belasan ribu kasus yang tercatat, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling dominan menyerang masyarakat," kata Hazli, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026. 


Secara rinci, kasus ISPA mendominasi dengan jumlah mencapai 9.816 penderita. Selain ISPA, warga juga mengalami gangguan kesehatan lain seperti asma sebanyak 892 kasus, iritasi kulit sebanyak 498 kasus, serta iritasi mata sebanyak 328 kasus.

Untuk meminimalisasi dampak yang semakin meluas, Dinkes terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan medis. Salah satu upaya yang ditingkatkan adalah mengimbau warga membatasi aktivitas di luar rumah dan wajib menggunakan masker saat berpergian.

"Masyarakat juga dianjurkan untuk menutup pintu, jendela, serta ventilasi rumah guna membatasi masuknya partikel asap ke dalam ruangan. Langkah ini sangat krusial untuk melindungi anggota keluarga dari paparan polusi udara, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap penyakit pernapasan," jelasnya.


Ilustrasi kondisi kabut asap yang membuat jarak pandang hanya sekitar 500 meter di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026. ANTARA/HO-Bandara SSK II Pekanbaru


Selain menggalakkan imbauan, Diskes Pekanbaru turut membagikan masker secara gratis kepada masyarakat dengan stok yang dipastikan masih mencukupi. Pemkot Pekanbaru juga menggandeng perusahaan dan korporasi melalui program "Corporate Social Responsibility" (CSR) untuk membantu pengadaan serta penyaluran masker bagi warga.

"Dari sisi pelayanan medis, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Pekanbaru disiagakan dengan pemenuhan obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan penanganan ISPA," tegasnya.

(Silvana Febiari)