Ilustrasi. Foto: dok Binus School.
Sekolah Berkurikulum Global Perkuat Daya Saing Pendidikan Indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 14 October 2026 12:17
Jakarta: Sekolah berkurikulum global menjadi bagian dari perkembangan sektor pendidikan Indonesia di tengah kebutuhan akan standar akademik yang kompetitif secara internasional.
Capaian siswa melalui program International Baccalaureate (IB) dan Cambridge International dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat kesiapan peserta didik menghadapi jenjang pendidikan tinggi.
"Kami terus mendampingi siswa untuk mengenali potensi dan tujuan mereka, membangun karakter, serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Binus School Director, Sherrierose Garcia Gonzales. dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pada 2026, rata-rata nilai mata pelajaran IB yang diraih siswa dalam data yang disampaikan Binus School mencapai 5,2, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 4,9. Capaian tersebut menjadi salah satu tolok ukur hasil pembelajaran berbasis kurikulum internasional.
Binus School Simprug juga disebut mempertahankan capaian rata-rata nilai IB di atas rata-rata global selama 18 tahun berturut-turut. Meski demikian, capaian dari satu sekolah perlu dilihat sebagai gambaran kinerja institusi tersebut dan tidak serta-merta mewakili seluruh sekolah berkurikulum internasional di Indonesia.

Ilustrasi. Foto: dok Binus School.
Hasil pembelajaran melalui Cambridge International
Selain IB, hasil pembelajaran melalui Cambridge International juga menjadi indikator lain. Sebanyak 87 persen hasil Cambridge Checkpoint siswa tercatat berada dalam kategori Outstanding, High, dan Good. Sementara itu, 25 persen siswa yang mengikuti Cambridge A Level pada 2026 memperoleh nilai A atau A*.
Capaian akademik tersebut juga tercermin dari penerimaan alumni di sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya adalah University of Pennsylvania, University College London (UCL), Cornell University, University of Edinburgh, Imperial College London, University of California, Berkeley, University of Washington, Monash University, University of Melbourne, Binus University, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Hasil akademik dan penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua dalam mengevaluasi pilihan pendidikan. Namun, keputusan memilih sekolah juga perlu mempertimbangkan aspek lain, seperti biaya pendidikan, fasilitas, lingkungan belajar, kebutuhan siswa, serta kesesuaian kurikulum dengan rencana pendidikan lanjutan.
Di sisi lain, keberadaan kurikulum internasional memperlihatkan beragam pilihan jalur pendidikan yang tersedia bagi siswa di Indonesia. Kurikulum IB dan Cambridge menawarkan kerangka pembelajaran dengan standar masing-masing, sehingga hasil akademik perlu dibaca sesuai sistem penilaian yang digunakan.
Dengan demikian, daya saing sekolah berkurikulum global tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai, tetapi juga dengan kemampuan institusi menyediakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
"Bagi Binus School, hasil ujian dan penerimaan di perguruan tinggi merupakan pencapaian penting, tetapi bukan tujuan akhir. Komitmen kami adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, dengan guru yang memahami dan mengembangkan potensi setiap siswa, serta pembelajaran yang membantu mereka menemukan tujuan yang lebih jelas," ujar Sherrierose.