Hakeem Jeffries secara resmi mengajukan pencalonan diri sebagai Ketua DPR AS. Foto: Anadolu
Hakeem Jeffries Resmi Maju sebagai Ketua DPR Amerika Serikat
Muhammad Reyhansyah • 5 November 2026 17:35
Washington: Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR Amerika Serikat (AS), Hakeem Jeffries, secara resmi mengajukan pencalonan diri sebagai Ketua DPR AS (Speaker of the House) pada Rabu, 4 November 2026.
Ia meminta dukungan anggota Kongres setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilu sela. Dalam surat yang ditujukan kepada anggota baru Kongres ke-120, Jeffries menyambut keberhasilan elektoral partainya.
Jeffries menyatakan bahwa “Amerika telah kembali” dan menyerukan arah politik baru yang berfokus pada keterjangkauan biaya hidup, akuntabilitas, serta nilai-nilai Amerika.
“Saya menulis surat ini untuk dengan rendah hati meminta dukungan Anda terkait pencalonan saya sebagai Ketua DPR,” tulis Jeffries, dikutip dari Anadolu, Kamis, 5 November 2026.
Jeffries berjanji menjadikan penurunan biaya hidup sebagai salah satu prioritas utama.
Agenda tersebut mencakup pembatalan pemangkasan anggaran Medicaid, pemulihan pendanaan bantuan pangan, perpanjangan kredit pajak berdasarkan Affordable Care Act, serta penghapusan tarif yang diberlakukan pada era pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ia juga menyerukan penghentian perang di Iran. Menurut Jeffries, konflik tersebut turut menyebabkan kenaikan harga bensin di AS.
Dalam aspek akuntabilitas, Jeffries berjanji memperkuat pengawasan Kongres terhadap pemerintahan Trump. Ia juga mengusulkan langkah-langkah untuk memberantas korupsi dan praktik menaikkan harga secara tidak wajar, serta melarang anggota Kongres melakukan perdagangan saham.
Selain itu, Jeffries menekankan pentingnya perlindungan hak pilih, kesetaraan perlakuan di hadapan hukum, dan mempertahankan tradisi AS sebagai negara yang dibangun oleh para imigran.
Jeffries berpendapat Demokrat telah berhasil menentang kebijakan pemerintahan Trump meskipun sebelumnya berada dalam posisi minoritas di Kongres.
Namun, setelah memperoleh kendali Kongres melalui kemenangan dalam pemilu sela, ia menilai Demokrat kini harus mampu mewujudkan perubahan kebijakan yang lebih luas.