Setiap Fakultas Memilki Tanggung Jawab Wujudkan Tujuan Kampus

Ketua Majelis Wali Amanat USK Safrizal ZA. Foto: Istimewa.

Setiap Fakultas Memilki Tanggung Jawab Wujudkan Tujuan Kampus

Anggi Tondi Martaon • 3 October 2026 20:21

Jakarta: Setiap fakultas dinilai memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan tujuan Universitas Syiah Kuala (USK). Tujuan tersebut terangkum dalam tema rapat kerja (raker) USK, yaitu Penguatan Good University Governance, Hilirisasi dan Inovasi Riset Berkelanjutan, serta Peningkatan IKU menuju USK Bereputasi Global.

"Setiap fakultas harus diberikan tanggung jawab untuk mewujudkan tercapainya tujuan sesuai dengan tema yang diusung," kata Ketua Majelis Wali Amanat USK Safrizal ZA melalui keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Safrizal saat membuka Raker USK di ballroom Gayo Petro Hotel, Kota Takengon, Aceh Tengah, Jumat, 2 Oktober 2026. Menurut dia, semua tanggung jawab harus diukur dengan skor tertentu. 

"Bila tidak tercapai, dekan harus dievaluasi. Bila mampu, maka harus diberikan apresiasi," ungkap Safrizal.
 


Safrizal menyampaikan, USK memiliki tanggung jawab besar hanya dengan anggaran yang hanya Rp900 miliar. Sehingga, USK dinilai harus melakukan efisiensi sembari melahirkan berbagai inovasi.

Sebagai kampus dengan status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), Safrizal menilai USK memiliki lima tantangan yang harus dijawab. Pertama, tantangan menciptakan nilai tambah. 

"Misalnya kehadiran USK harus mampu memberikan nilai tambah untuk komoditas pertanian yang dihasilkan oleh Aceh Tengah yang dikenal sebagai sentra pertanian di Aceh," sebut Safrizal.

Kedua, tantangan penguasaan teknologi. Menurut dia, USK harus mampu menjadi kreator teknologi. 

"Untuk mewujudkan itu, USK harus memperbanyak lini bisnis kampus. Para dekan harus menciptakan penghasilan yang nantinya dapat dijadikan modal untuk melakukan berbagai inovasi," ujar Safrizal.

Ketiga, USK harus mampu melahirkan riset yang banyak untuk membantu menciptakan peluang baru.  Keempat, mendorong talenta-talenta di USK menjadi sesuatu yang memiliki nilai besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. 

Ketua Majelis Wali Amanat USK Safrizal ZA. Foto: Istimewa.

Kelima, USK harus mampu mengubah sumber daya menjadi keunggulan dalam menghadapi kompetisi global. Kemudian, keunggulan tersebut harus mampu diubah menjadi inovasi. 

"Ini tugas Rektor. Beliau harus mampu berkomunikasi dengan stakeholder di luar kampus, supaya sumber daya bisa diubah menjadi keunggulan, " kata Safrizal. 

Safrizal yang merupakan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri, berpesan, USK harus mampu menciptakan bibit-bibit unggul bidang pertanian. Sebab, Aceh dikenal dengan pertaniannya. 

"Kampus harus mampu menciptakan benih dan bibit unggul untuk sektor pertanian. Supaya uang Aceh tidak semakin banyak mengalir ke luar, " ujar Safrizal.

(Anggi Tondi)