Genjot Ekspor, Keamanan Jaringan Logistik Indonesia Diperkuat Standar Global

Ilustrasi industri logistik global. Foto: dok Metrotvnews.com

Genjot Ekspor, Keamanan Jaringan Logistik Indonesia Diperkuat Standar Global

Husen Miftahudin • 8 October 2026 21:50

Jakarta: Penguatan keamanan jaringan logistik di Indonesia terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pergerakan barang dalam rantai pasok internasional. Langkah tersebut menjadi semakin penting seiring dengan pertumbuhan ekspor Indonesia dan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan logistik yang aman dan andal.

Salah satunya dilakukan melalui penerapan standar keamanan global Transported Asset Protection Association (TAPA). DHL Express mencatat lebih dari 500 fasilitasnya di seluruh dunia telah memperoleh sertifikasi TAPA.

Di Indonesia, Gateway Surabaya menjadi salah satu dari 10 fasilitas DHL yang telah meraih sertifikasi TAPA "A". Penerapan standar tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan terhadap barang selama proses pengiriman sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan logistik.

TAPA merupakan standar keamanan yang diakui secara global untuk melindungi pergerakan barang dalam rantai pasok internasional. Penerapannya semakin relevan di tengah risiko kejahatan terhadap kargo di berbagai negara.

Berdasarkan data intelijen TAPA, hampir 160 ribu kasus kejahatan terkait kargo tercatat di 129 negara sepanjang 2022 hingga 2024. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan standar keamanan secara konsisten dalam jaringan logistik internasional.

Penguatan keamanan jaringan logistik juga didukung investasi global sebesar 250 juta euro dalam teknologi dan proses keamanan. Investasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan pengiriman serta ketahanan operasional jaringan logistik.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan pertumbuhan ekspor Indonesia membuat aspek keamanan, kecepatan, dan keandalan pengiriman semakin penting.

"Seiring pertumbuhan ekspor Indonesia, tantangannya kini bukan lagi soal akses pasar, melainkan bagaimana memastikan eksekusi, kecepatan, keamanan, dan keandalan pengiriman," kata Ahmad seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut dia, penguatan kapabilitas Gateway Surabaya serta penerapan standar global seperti TAPA dapat mendukung pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas perdagangan internasional.

"Dengan semakin kuatnya kapabilitas Gateway Surabaya dan penerapan standar global seperti TAPA, kami memastikan pelanggan dapat beroperasi lebih cepat dan lebih percaya diri di pasar internasional," jelas dia.
 



(Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad. Foto: dok DHL Express Indonesia)
 

Perkuat jaringan logistik


Penguatan Gateway Surabaya menjadi relevan seiring dengan posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat perdagangan dan manufaktur Indonesia.

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang menghubungkan produsen dan eksportir dengan pasar internasional. Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur tumbuh sedikitnya 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gateway Surabaya diharapkan dapat memperkuat kemampuan kawasan tersebut dalam memenuhi kebutuhan pelanggan melalui layanan logistik internasional yang aman dan andal, termasuk pengiriman dengan waktu transit yang terjamin.

Secara global, lebih dari 500 fasilitas DHL Express telah memperoleh sertifikasi TAPA. Di Indonesia, 10 fasilitas telah meraih sertifikasi TAPA "A", termasuk Gateway Surabaya.

Senior Vice President for Global Security DHL Express Adrian Whelan mengatakan penerapan standar keamanan secara konsisten diperlukan untuk menjaga keamanan pengiriman di sepanjang jaringan logistik.

"Keamanan jaringan global kami adalah hal yang tidak dapat ditawar. Pencapaian ini menunjukkan bagaimana DHL Express terus menerapkan standar global seperti TAPA untuk melindungi pengiriman pelanggan di setiap tahap perjalanan dalam jaringan kami," kata Adrian.

Menurut dia, standar keamanan yang konsisten penting untuk membangun kepercayaan, mengurangi risiko, dan mendukung kelancaran pergerakan barang dalam rantai pasok global.

Pencapaian sertifikasi tersebut mencerminkan penguatan proses operasional, mitigasi risiko, dan ketahanan jaringan logistik untuk mendukung kebutuhan perdagangan internasional.

(Husen Miftahudin)