Cedera Kaki, Pendaki Belanda Dievakuasi dari Gunung Rinjani

Tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap pendaki yang alami kecelakaan di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 22 Oktober 2026. ANTARA/HO-Balai TNGR NTB.

Cedera Kaki, Pendaki Belanda Dievakuasi dari Gunung Rinjani

Silvana Febiari • 22 October 2026 19:51

Mataram: Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengevakuasi seorang pendaki warga negara (WN) Belanda berinisial ET (28) menggunakan helikopter. Pendaki tersebut mengalami kecelakaan di jalur pendakian Sembalun, kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Korban mengalami cedera pada kaki hingga tidak mampu berdiri dan membutuhkan penanganan medis segera," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiarsito, dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Pihaknya menerima laporan pada pukul 07.27 WITA. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani langsung berkoordinasi untuk melakukan evakuasi dengan pihak terkait sesuai asuransi premium yang dimiliki korban.


"Evakuasi medis udara pun dilakukan. Helikopter tiba di Pelawangan 2 pada pukul 12.12 WITA dan korban diterbangkan menuju Denpasar dan tiba di Benoa Heliport untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit," jelas dia.

Balai TNGR mengapresiasi kolaborasi Basarnas Mataram, Asuransi Syariah Kita Bisa, EMHC, SGI Air Bali, Nusa Medika Clinic, para relawan, serta seluruh petugas yang terlibat dalam proses evakuasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap pendakian. Persiapkan kondisi fisik, gunakan perlengkapan sesuai standar, dan selalu patuhi arahan petugas.

"Sebab, keberhasilan sebuah pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang kembali dengan selamat," ujarnya.


Kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat di Lombok Timur, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Humas Balai TNGR. 


Pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan yang hendak mendaki agar mempersiapkan diri dengan baik. Pendaki juga diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami mengimbau kepada para pendaki untuk tetap mematuhi aturan untuk keselamatan dan kelestarian kawasan Gunung Rinjani," imbaunya.

(Silvana Febiari)