BPBD OKU memadamkan karhutla di Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang pada September 2026. ANTARA/HO/BPBD OKU
OKU Perpanjang Status Siaga Karhutla hingga Akhir November 2026
Silvana Febiari • 22 October 2026 22:16
OKU: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan memperpanjang status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi puncak musim kemarau panjang tahun ini.
"Kabupaten OKU saat ini memperpanjang status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sampai akhir November 2026," kata Kepala BPBD OKU Januar Efendi, dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyikapi peristiwa karhutla yang terjadi di wilayah setempat dengan jumlah 177 kasus terjadi selama periode Juli-Oktober 2026.
Baca Juga :
Penetapan status tersebut bertujuan meminimalkan risiko terjadinya bencana melalui penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu sesuai standar serta prosedur. Langkah ini juga dilakukan untuk mengurangi dampak karhutla, seperti kabut asap.
"Penetapan status dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati OKU Nomor : 300.23/650/KPTS/XLIV.1/2026 tentang perpanjangan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla," jelasnya.
.jpg)
Tim Satgas BPBD OKU melakukan pendinginan di lokasi karhutla guna mencegah munculnya titik api, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-BPBD OKU
BPBD OKU menyiagakan 300 personel gabungan dari berbagai instansi untuk mengantisipasi dan menangani karhutla. Selain itu, posko penanggulangan di daerah rawan kebakaran dioptimalkan agar api dapat segera ditangani.
Pihaknya menyiapkan peralatan penanggulangan mulai dari mesin pompa air, selang, mesin chainsaw, baju anti api, oksigen, masker doubel anti polusi hingga portbale wather tank serta enam unit mobil suplai air untuk memadamkan karhutla di Kabupaten OKU.
"Kami juga mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla guna mengantisipasi bencana kabut asap," ujar dia.