Paus Leo XIV kritik para pemimpin dunia dan sebut banyak tirani yang berkuasa. Foto: Anadolu
Paus Leo Kritik Para Pemimpin, Sebut Dunia Dirusak Segelintir Tiran
Fajar Nugraha • 17 April 2026 17:29
Bamenda: Paus Leo XIV mengecam para pemimpin dunia yang menghabiskan miliaran dolar untuk perang dan menyebut dunia sedang dirusak oleh segelintir tiran. Pernyataan tegas ini disampaikan saat kunjungannya ke wilayah berbahasa Inggris di Kamerun.
Dalam pidatonya pada Kamis, 16 April 2026, Paus Leo menyoroti dampak destruktif perang yang terus berulang. “Para penguasa perang berpura-pura tidak tahu bahwa menghancurkan hanya butuh sesaat, tetapi membangun kembali membutuhkan waktu seumur hidup,” ujar Paus Leo dikutip dari Channel News Asia, Jumat 17 April 2026.
Ia juga mengkritik penggunaan agama sebagai pembenaran konflik. Menurutnya, praktik tersebut merupakan penyimpangan serius yang merusak nilai kemanusiaan dan moral.
Dunia yang Terbalik
Pernyataan Paus Leo muncul beberapa hari setelah kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di media sosial yang menyebutnya lemah dalam kebijakan luar negeri. Kritik tersebut memicu reaksi luas, terutama di Afrika yang memiliki populasi Katolik besar.Paus Leo menegaskan sikapnya terhadap konflik global, termasuk perang yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran. Ia juga mendapat dukungan dari Sarah Mullally yang menyebut seruannya sebagai langkah berani menuju perdamaian. Dalam pidato di Bamenda, Paus kembali mengecam pemimpin yang memanfaatkan agama untuk kepentingan politik dan militer. “Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama Tuhan demi kepentingan mereka,” kata Paus Leo.
Ia menyebut kondisi global saat ini sebagai dunia yang terbalik, di mana nilai-nilai suci disalahgunakan. Paus juga menegaskan tidak akan berhenti menyuarakan kritik terhadap perang meski mendapat tekanan.
Gencatan Senjata Tiga Hari Selama Kunjungan
Setibanya di Yaounde, Paus Leo juga menyerukan pemerintah Kamerun untuk memberantas korupsi dan tidak tunduk pada kepentingan kelompok kuat. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang adil di tengah konflik berkepanjangan.Dalam misa yang dihadiri sekitar 20.000 orang di Bamenda, ia mengkritik eksploitasi kekayaan Afrika oleh pihak asing. Ia menyatakan praktik tersebut berkontribusi pada kemiskinan dan ketimpangan di kawasan.
Konflik di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 6.500 orang dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Kekerasan juga menyasar tokoh agama, termasuk penculikan dan pembunuhan.
Selama kunjungan Paus, kelompok separatis menyatakan akan menerapkan gencatan senjata selama tiga hari. Langkah ini diharapkan memberi ruang bagi mobilitas warga dan membuka peluang dialog damai.
Paus Leo menyampaikan harapan agar konflik tidak berkembang menjadi perang agama. Ia juga menilai peran pemimpin agama penting dalam mendorong tercapainya perdamaian di kawasan tersebut.
(Keysa Qanita)