Jelang Musim Haji, Pedagang Produk Khas Timur Tengah Mulai Ramai

Sentra perbelanjaan oleh-oleh khas timur tengah di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Richard Alkhalik

Jelang Musim Haji, Pedagang Produk Khas Timur Tengah Mulai Ramai

Richard Alkhalik • 16 April 2026 12:52

Jakarta: Menjelang musim keberangkatan jemaah haji, sentra perbelanjaan oleh-oleh khas timur tengah di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat sudah mulai melakukan berbagai persiapan. Meski demikian, berdasarkan pantauan pada Rabu, 15 April 2026 aktivitas jual beli hingga saat ini masih terpantau sepi.

Membawakan buah tangan khas Timur Tengah berupa kurma, kismis, hingga sajadah seolah menjadi tradisi wajib bagi jemaah haji Indonesia setelah kembali dari Tanah Suci. Musim haji tidak hanya menjadi momentum ibadah tahunan, tetapi juga menjadi keberkahan tersendiri bagi para pelaku usaha perlengkapan dan oleh-oleh khas Timur Tengah.

Dewa salah satu pedagang perlengkapan dan oleh-oleh haji di kawasan Tanah Abang mengungkapkan adanya tren pola belanja yang unik dari para keluarga jemaah. Menurut penuturannya, pembeli biasanya membagi waktu belanja ke dalam dua fase yakni sebelum keberangkatan dan sesudah jemaah tiba di Tanah Air.

Terbatasnya kapasitas ruang bagasi penerbangan sering kali menjadi alasan kenapa banyak jemaah beserta keluarga membeli perlengkapan dan oleh-oleh secara langsung di Tanah Air. Langkah tersebut dipilih sebagai jalan keluar yang dinilai lebih praktis, efisien, serta murah.

“Karena kan jemaah yang berangkat dibatasi bawaannya dari bagasi, sedangkan untuk oleh-olehnya tidak cukup, jadi sebelum berangkat sudah prepare, setelah datang kalau kurang nambah lagi,” kata Dewa di Kawasan Pasar Tanah Abang, Rabu, 15 April 2026.



(Oleh-oleh haji khas Timur Tengah. Foto: Metro TV/Richard Alkhalik?)

Membeli oleh-oleh haji di Tanah Air menjadi alternatif pilihan

Tren ini juga dibenarkan oleh Halimah yang juga merupakan pedagang setempat. Menurutnya, demi menghindari kerepotan membawa barang dari Tanah Suci banyak keluarga jemaah kini lebih memilih sistem titip barang di toko.

Halimah mengatakan konsumennya kini cukup berbelanja dan menitipkan barang dari sekarang, untuk kemudian dikirimkan oleh pihak toko 40 hari kemudian bertepatan dengan momen kepulangan jemaah haji ke Tanah Air.

Penyesuaian harga barang

Tingginya harga komoditas impor sejak Ramadan lalu cukup membuat banyak konsumennya terkejut. Halimah menceritakan demi menyiasati hal tersebut para pembeli kini terpaksa memangkas jumlah timbangan belanjaan mereka. Langkah penyesuaian tersebut dilakukan agar anggaran yang tersedia tetap mencukupi untuk membeli ragam makanan atau produk khas Tanah Suci yang dibutuhkan.

“Masyarakat kaget. Animo beli masih tinggi, tapi karena harganya makin tinggi, mereka lebih cari harga yang pas, misal dikurangi kuantitasnya.,” ungkap Halimah di Kawasan Pasar Tanah Abang, Rabu, 15 April 2026.

Di sisi lain, para pedagang dituntut untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi saat ini mengingat volatilitas harga barang yang masih belum stabil. Dewa menambahkan, harga produk yang dijual saat ini juga sudah mengalami kenaikan karena penyesuaian harga pasar. Hal tersebut ia lakukan karena adanya kenaikan harga pada bahan pendukungnya seperti plastik, kardus, dan bahan-bahan kemasan karena harganya hampir 30 sampai 40 persen naiknya.

Selain kemasan, ketersediaan air zamzam juga menjadi sorotan. Dewa memprediksi akan ada kenaikan harga air zamzam sebesar 15 hingga 25 persen akibat tingginya permintaan di musim haji mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)