Antisipasi El Nino, Pemprov DKI Fokus Kesehatan dan Ketahanan Pangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Antisipasi El Nino, Pemprov DKI Fokus Kesehatan dan Ketahanan Pangan

Fachri Audhia Hafiez • 16 April 2026 15:34

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mewaspadai dampak fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, khususnya terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan tindakan preventif guna meminimalisasi risiko sebelum kondisi di lapangan memburuk.

“Jadi untuk El Nino, yang paling akan menjadi isu utama ada dua. Yang pertama yang menyangkut ketersediaan pangan. Karena pasti ada beberapa yang mengalami problem. Yang kedua adalah masalah kesehatan. Terutama hal yang berkaitan dengan ISPA,” jelas Pramono di Balai Kota, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.
 


Pramono memastikan akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menyiapkan langkah strategis. Menurutnya, kesiagaan pemerintah daerah sangat diperlukan mengingat penurunan kualitas udara dan peningkatan suhu panas sering kali terjadi beriringan selama periode kekeringan ekstrem.

“Antisipasi untuk menghadapi El Nino bagi Pemerintah DKI Jakarta kita akan melakukan tindakan preventif. Itu lebih baik daripada kejadian di lapangan,” tegasnya.

Senada dengan Pramono, Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa El Nino ekstrem memicu lonjakan suhu yang signifikan dan memperburuk kualitas udara akibat debu serta partikulat halus. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, paru, hingga heatstroke, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Pada saat yang sama, kualitas udara yang menurun, termasuk peningkatan partikulat halus, berkontribusi terhadap lonjakan kasus ISPA. El Nino akan menjadi risiko yang berdampak pada kesehatan terutama pada populasi rentan,” jelas Ani.


Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.

Dinas Kesehatan mengimbau warga Jakarta untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, dan mengenakan pelindung diri seperti topi atau payung. Warga juga disarankan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, yakni pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

“Gunakan pelindung diri seperti topi atau payung bila berada di luar ruangan. Selain itu gunakan tabir surya dan ikuti informasi terkait pantauan cuaca dari BMKG,” kata Ani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)