Banjir Bandang 5 Kali Terjang Maninjau Agam Hari Ini

Aparat kepolisian sedang berada di lokasi banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam untuk melarang warga mendekati lokasi, Kamis (1/1/2026) ANTARA/Yusrizal.

Banjir Bandang 5 Kali Terjang Maninjau Agam Hari Ini

Lukman Diah Sari • 1 January 2026 20:31

Lubuk Basung: Banjir bandang kembali melanda kawasan Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Dalam satu hari, tercatat lima kali banjir bandang terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026.

“Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis pagi, sampai sore,” kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung, Kamis, 1 Januari 2026, melansir Antara.


Material banjir bandang menutupi badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis dini hari, 1 Januari 2025. ANTARA/HO-BPBD Agam

Ia menjelaskan, banjir bandang terjadi berturut-turut sejak pukul 12.00 WIB akibat longsor susulan di Kelok 28 dan Kelok 42. Material longsor berupa lumpur dan bebatuan kemudian mengalir ke arah Pasar Maninjau atau Simpang Maninjau.

“Ini mengingat Sungai Muaro Pisang tertimbun material tanah, sehingga mengalir ke lokasi lain ke arah Simpang Maninjau,” ujar dia.

Material banjir bandang masuk ke permukiman warga dan merusak sejumlah rumah di wilayah tersebut. Untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk, Muzakar mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan karena material longsor berpotensi kembali turun meski kondisi cuaca tidak hujan.

“Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah, dengan jumlah sekitar 200 orang,” kata Muzakar.

Ia menambahkan, alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir dan membuka akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung–Bukittinggi. Namun, pekerjaan dilakukan secara tentatif.

“Apabila banjir bandang susulan tidak terjadi, maka alat berat langsung bekerja. Namun saat banjir bandang kembali turun, alat berat berhenti bekerja untuk sementara waktu,” jelas dia.

Di sisi lain, warga yang berada di hulu Sungai Muaro Pisang diminta terus memberikan informasi apabila terjadi longsor susulan. “Saat tanah longsor terjadi, langsung dilaporkan ke bawah, sehingga pembersihan material dihentikan,” kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)