Otoritas Israel menghancurkan dua rumah warga Palestina di Yerusalem Timur. (Anadolu Agency)
Israel Hancurkan Dua Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur
Willy Haryono • 31 March 2026 11:10
Yerusalem: Otoritas Israel menghancurkan dua rumah milik warga Palestina di lingkungan Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur yang diduduki pada Senin kemarin, dengan dalih bangunan tersebut didirikan tanpa izin resmi.
Berdasarkan laporan koresponden Anadolu, Selasa, 31 Maret 2026, sejumlah personel kepolisian mendampingi kru pemerintah kota Yerusalem saat proses penghancuran berlangsung. Pusat Informasi Wadi Hilweh melalui Telegram mengonfirmasi bahwa dua rumah yang diratakan masing-masing milik Fayez Rweidi dan Naeem Shahada.
Selain itu, petugas juga merobohkan dinding dan gerbang milik keluarga Palestina lainnya di kawasan yang sama. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah kota Yerusalem belum memberikan pernyataan resmi terkait tindakan tersebut.
Silwan dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling sering menjadi sasaran penggusuran dan pemindahan paksa di Yerusalem Timur. Kelompok hak asasi manusia internasional menyoroti ketimpangan kebijakan otoritas Israel, di mana warga Palestina jarang mendapatkan izin mendirikan bangunan, sementara persetujuan untuk permukiman ilegal terus diperluas.
Saat ini, sekitar 750.000 warga Israel tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat, termasuk sekitar 250.000 orang di Yerusalem Timur. Keberadaan permukiman tersebut terus memicu konflik dengan warga Palestina di wilayah pendudukan.
Secara diplomatik, rakyat Palestina memperjuangkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Hal ini sejalan dengan resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas wilayah tersebut sejak 1967 maupun aneksasi sepihak pada 1980.
Sejak berdirinya negara Israel pada 1948, sedikitnya 750.000 warga Palestina telah kehilangan tempat tinggal. Hingga kini, upaya pembentukan negara Palestina yang berdaulat masih menemui jalan buntu akibat belum tercapainya kesepakatan terkait penarikan pasukan dari wilayah pendudukan. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Palestina Desak Komunitas Global Cegah Penggusuran 200 Keluarga di Yerusalem