Godzilla El Nino Ancam Jambi, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Godzilla El Nino Ancam Jambi, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang

Lukman Diah Sari • 3 April 2026 21:12

Kota Jambi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Thaha memprediksi fenomena Godzilla El Nino berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang di Provinsi Jambi pada 2026. Saat ini, kondisi cuaca di Provinsi Jambi masih pada masa peralihan.

"Kondisi cuaca di Provinsi Jambi saat ini masih berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dengan pola yang fluktuatif," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, di Jambi, Jumat, 3 April 2026, melansir Antara.

Dia menerangkan, hal itu ditandai cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari serta potensi hujan sporadis pada sore hingga malam atau dini hari. Menurut Jaya, meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan terjadi berturut-turut, ke depan diperkirakan kembali cerah berawan.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru BMKG wilayah setempat, nilai El Nino pada periode Mei hingga Juni menunjukkan angka minus 0,5. Hal itu mengindikasikan terjadi penurunan curah hujan akibat perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, sehingga mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia.

"Kondisi ini menyebabkan berkurangnya suplai uap air ke wilayah Jambi, sehingga mendukung terjadinya musim kemarau yang datang lebih awal dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal," katanya.

Menurut dia, awal musim kemarau yang umum terjadi pada Juni, tahun ini diperkirakan akan maju ke dasarian ketiga Mei. Sedangkan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juni hingga Juli dan berpotensi berlanjut hingga Agustus, bahkan September 2026.

Ilustrasi karhutla. Dokumentasi/ BPBD Aceh Selatan

Jaya mengatakan, fenomena El Nino juga berdampak pada sifat hujan yang berada di bawah normal. Sebab, curah hujan saat kemarau yang umum berkisar 100 milimeter per bulan, diperkirakan tidak akan tercapai dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut yang menjadi lebih rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

"Kami mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, guna meminimalisir dampak kemarau panjang di wilayah Jambi," pesan dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)