BMKG Pantau Sebaran Debu Vulkanik 5 Gunung Api, Ini Wilayah yang Terdampak

Ilustrasi Gunung Anak Krakatau. Foto: dok. Antara.

BMKG Pantau Sebaran Debu Vulkanik 5 Gunung Api, Ini Wilayah yang Terdampak

Putri Purnama Sari • 10 September 2026 13:41

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran debu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia. Pemantauan dilakukan menggunakan analisis citra satelit Himawari-9.

Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada 10 September 2026 pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik teridentifikasi dari beberapa gunung api, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Lewotolo, Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru.

Dari hasil pemantauan tersebut, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dan Gunung Ibu teridentifikasi hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer.

Sebaran Debu Vulkanik Gunung Dukono

BMKG mendeteksi sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer.

Sebaran tersebut bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Wilayah yang teridentifikasi terdampak mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Utara dan perairan barat daya Morotai.

Sebaran Debu Vulkanik Gunung Ibu


Sebaran Debu Gunung Api di Indonesia, foto: Instagram @infobmkg

Selain Gunung Dukono, debu vulkanik Gunung Ibu juga terdeteksi dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer.

Pergerakan sebaran debu vulkanik Gunung Ibu mengarah ke barat laut. Sebarannya mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat, perairan Halmahera Barat, dan Kabupaten Halmahera Utara.

Gunung Anak Krakatau dan Lewotolo Tidak Terdeteksi

Sementara itu, BMKG menyebut sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi dalam analisis citra satelit pada waktu pemantauan.

Hal serupa terjadi pada Gunung Lewotolo. Sebaran debu vulkanik dari gunung tersebut juga tidak terdeteksi pada hasil analisis. Meski demikian, tidak terdeteksinya debu vulkanik pada produk analisis satelit bukan berarti debu vulkanik dipastikan tidak ada.

Debu Vulkanik Gunung Semeru Tertutup Awan

Untuk Gunung Semeru, sebaran debu vulkanik tidak dapat teramati melalui citra satelit karena wilayah gunung api tersebut tertutup awan.

BMKG mengingatkan bahwa sebaran debu vulkanik belum dapat dipastikan apabila wilayah gunung api tertutup awan. Informasi terkait aktivitas erupsi tetap mengacu pada informasi resmi mengenai aktivitas gunung api.

Masyarakat Diimbau tetap waspada

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah terdampak, untuk tetap waspada dan tidak panik.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG atau Badan Geologi, serta pemerintah setempat terkait perkembangan aktivitas gunung api dan potensi sebaran debu vulkanik.

Pemantauan sebaran debu vulkanik penting dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan material erupsi dan potensi dampaknya terhadap wilayah di sekitar gunung api maupun penerbangan.

(Putri Purnama Sari)