Pemprov DKI dan Kementerian ESDM Matangkan Penggunaan Bus Hidrogen untuk TransJakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Damar.

Pemprov DKI dan Kementerian ESDM Matangkan Penggunaan Bus Hidrogen untuk TransJakarta

Muhammad Adyatma Damardjati • 29 July 2026 15:48

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mematangkan rencana penggunaan bus berbahan bakar hidrogen untuk armada TransJakarta dan Transjabodetabek. Hal itu dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurut Pramono, Bahlil kemudian menugaskan PT PLN untuk menyusun kajian teknis bersama Pemprov DKI.

"Pak Bahlil sudah menugaskan Dirut PLN untuk berbicara mengenai penggunaan hidrogen untuk transportasi di Transjakarta maupun Transjabodetabek. Segera kita matangkan terlebih dahulu," ujar Pramono, Rabu, 29 Juli 2027. 

Menurut Pramono, langkah ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang saat ini memiliki surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun, dari total produksi PLN yang mencapai 200 ton per tahun.


Ilustrasi bus TransJakarta. Foto: MI/Usman Iskandar.

Fasilitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Hidrogen (HRS) milik PLN di kawasan Senayan, Jakarta, diklaim sudah siap. Namun, tantangan utama saat ini adalah ketersediaan unit bus. 

Pramono mengungkapkan bahwa beberapa produsen otomotif global dari Jepang, Jerman, dan Tiongkok telah menyatakan minatnya. Bahkan, mereka siap menyumbangkan satu hingga dua unit sebagai proyek percontohan (pilot project) di Jakarta.

Pemprov DKI berkomitmen segera mematangkan infrastruktur dan regulasi terkait sebelum implementasi penuh dilakukan. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya transisi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi publik, sekaligus memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah di Indonesia. Masyarakat diimbau menantikan perkembangan lebih lanjut terkait uji coba bus hidrogen di ibu kota.

(Anggi Tondi)