Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumsel. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Aktivitas Vulkanik Menurun, Jalur Pendakian Gunung Dempo Segera Dibuka
Lukman Diah Sari • 23 May 2026 15:57
Palembang: Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) tengah mematangkan rencana pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Dempo, Sumatra Selatan (Sumsel), yang ditargetkan terealisasi sebelum akhir Mei 2026. Sekretaris Brigade Desta Ndruru mengonfirmasi, bahwa penurunan aktivitas vulkanik menjadi dasar utama usulan pembukaan jalur tersebut.
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan Wakil Wali Kota Pagar Alam meminta agar jalur pendakian segera dibuka sebelum akhir Mei ini. Hal tersebut mempertimbangkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas erupsi Gunung Dempo sepanjang periode 1 April hingga 15 Mei 2026," ujarnya di Pagaralam, Sabtu, 22 Mei 2026, melansir Antara.
Desta menjelaskan, Wakil Wali Kota Pagar Alam Bertha memberikan dukungan penuh dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026. Pemkot Pagar Alam bahkan langsung berkoordinasi dengan UPT KPH Wilayah X Dempo Sumatra Selatan untuk membahas teknis pembukaan jalur.

Kawasan Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan. ANTARA/M Imam Pramana
Langkah cepat ini diambil karena Gunung Dempo merupakan destinasi wisata unggulan yang diproyeksikan menarik banyak wisatawan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Pagar Alam pada Juni 2026, serta peringatan HUT RI dalam tiga bulan ke depan. Kebijakan ini juga sejalan dengan pernyataan Gubernur Sumsel Herman Deru, yang menyatakan bahwa seluruh destinasi wisata di Gunung Dempo sudah mulai dibuka kembali.
Sebelum bertemu pihak eksekutif, Brigade terlebih dahulu menggelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagar Alam pada Senin, 18 Mei 2026. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pagar Alam Syahrol Effendy.
"Pihak legislatif sangat mendukung pembukaan resmi ini. Sebab sejak jalur ditutup pada 7 April 2026 lalu banyak pendaki nekat menerobos secara ilegal. Dampaknya, terjadi penumpukan sampah yang dibuang sembarangan di sepanjang jalur akibat minimnya pengawasan," kata Desta.
Di sisi lain Brigade juga mengantongi dukungan dari aparat penegak hukum usai menemui Kapolres Pagar Alam yang diwakili oleh Kabag OPS Polres Pagar Alam AKP Ramsi. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian mengingatkan Brigade agar tetap menjaga koordinasi yang ketat dengan PVMBG dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebelum meresmikan pembukaan jalur.