Suasana wisata di Perkebunan teh Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan. ANTARA/M Imam Pramana
Sempat Tutup, Wisata Gunung Dempo Pagaralam Dibuka Lagi
Lukman Diah Sari • 14 May 2026 12:52
Palembang: Desa Wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumatra Selatan (Sumsel), dibuka kembali setelah tutup sejak beberapa pekan terakhir, karena adanya kendala regulasi dan perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN VII. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Rudi Irawan mengatakan, operasional kembali destinasi unggulan tersebut merupakan tindak lanjut atas koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan pihak perkebunan.
"Pembukaan kembali ini untuk menjawab permintaan Gubernur Sumsel Herman Deru melalui surat Sekretaris Daerah. Pihak PTPN I Regional 7 telah menerbitkan surat izin operasional kembali tertanggal 13 Mei 2026," ujar Rudi di Palembang, Kamis, 14 Mei 2026, melansir Antara.
Surat izin yang ditandatangani oleh Plt Head Region PTPN I Regional 7, Iyan Heriyanto tersebut juga telah ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Pagaralam dan Instansi terkait lainnya.
Sebelumnya, Desa Wisata Gunung Dempo terpaksa ditutup, karena adanya ketidaksesuaian pemanfaatan lahan HGU. Langkah reaktivasi ini didasari oleh surat Sekretaris Daerah Sumsel No. 800/2713/Disbudpar.IV/2026 yang diterbitkan pada 12 Mei 2026, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata daerah.

Suasana wisata di Perkebunan teh Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan. ANTARA/M Imam Pramana
Pemerintah Provinsi berharap dalam masa transisi tiga bulan ini, pihak pengelola dapat bergerak cepat melengkapi dokumen legalitas agar aktivitas pariwisata di kaki Gunung Dempo tidak lagi terhambat di masa depan, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu magnet utama kunjungan wisatawan di Sumatera Selatan.
Adapun sejumlah objek wisata Gunung Dempo itu, yakni Bukit Tungguan, Nature High Vila serta Kabelban Reas Area, kemudian kebun Strawberry DS Planting, Homestay Wabisabi Kampung 4, lahan pertanian musiman, hingga rumah yang selama ini difungsikan sebagai tempat registrasi pendakian Gunung Dempo (Brigade).