Jet Tempur Rumania Tembak Jatuh Drone Diduga Milik Ukraina di Langit Estonia

NATO mengonfirmasi jet tempur Rumania menembak jatuh drone di wilayah udara Estonia dalam misi Baltic Air Policing. (Anadolu Agency)

Jet Tempur Rumania Tembak Jatuh Drone Diduga Milik Ukraina di Langit Estonia

Willy Haryono • 20 May 2026 06:50

Tallinn: Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengonfirmasi bahwa pesawat jet tempur Rumania yang bertugas dalam misi Baltic Air Policing menembak jatuh sebuah drone di wilayah udara Estonia.

Melansir media Anadolu Agency, Selasa, 19 Mei 2026, Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur sebelumnya mengatakan drone yang diduga berasal dari Ukraina itu memasuki wilayah udara negaranya sebelum kemudian diintersep di atas Danau Vortsjarv.

“Kami menerima informasi awal dari rekan-rekan kami di Latvia, dan radar kami juga mendeteksi sebuah drone bergerak memasuki Estonia bagian selatan,” kata Pevkur kepada penyiar publik ERR.

“Kami kemudian mengaktifkan langkah-langkah yang diperlukan, dan jet tempur Baltic Air Policing menembak jatuh drone tersebut,” lanjutnya.

Menurut laporan itu, drone ditembak jatuh oleh jet tempur Rumania yang berbasis di Siauliai, Lithuania, sebagai bagian dari misi patroli udara NATO di kawasan Baltik.

Pevkur mengatakan insiden tersebut telah selesai ditangani dan hingga kini tidak ada drone tak dikenal lain yang terdeteksi di wilayah udara Estonia.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Estonia Marko Mihkelson mengatakan drone tersebut kemungkinan besar milik Ukraina yang keluar jalur akibat gangguan elektronik Rusia di tengah perang Rusia-Ukraina.

Pevkur juga mengungkap Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov telah menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon terkait insiden tersebut.

Juru bicara NATO Allison Hart turut mengonfirmasi kejadian itu dalam pernyataan tertulis kepada Anadolu. “Investigasi masih berlangsung dan NATO terus berkoordinasi erat dengan otoritas Estonia,” ujarnya.

“NATO siap dan mampu merespons setiap potensi ancaman udara selama 24 jam sehari untuk melindungi wilayah dan masyarakat kami,” lanjut Hart.

Baca juga:  Rusia Klaim Hancurkan Lebih dari 3.000 Drone Ukraina dalam Sepekan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)