Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Tegaskan AS Belum Selesai Serang Iran
Willy Haryono • 22 July 2026 06:47
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negaranya belum akan menghentikan operasi militer terhadap Iran, di tengah meluasnya konflik ke sejumlah negara Teluk dan ancaman kelompok Houthi untuk memblokade pelabuhan Arab Saudi.
Berbicara pada Selasa, 21 Juli 2026, Trump mengatakan Iran membutuhkan lebih dari dua dekade untuk memulihkan kerusakan akibat perang apabila operasi militer dihentikan saat ini.
"Jika kami pergi sekarang, Iran akan membutuhkan 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali. Kami sama sekali belum selesai... kami tidak akan pergi sekarang," kata Trump, seperti dikutip dari France 24.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Yordania, Kuwait, dan Bahrain melaporkan serangan dari Iran. Pada hari yang sama, Trump juga bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih dan menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah Lebanon memperkuat otoritas negara serta melucuti kelompok Hizbullah.
Bahrain menyatakan berhasil mencegat serangan Iran setelah sirene peringatan berbunyi berulang kali. Sementara itu, Kuwait dan Yordania melaporkan telah mencegat serangan drone dan rudal.
Kuwait juga menyebut sejumlah fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air menjadi sasaran serangan Iran dalam beberapa hari terakhir, sehingga memaksa warga melakukan penghematan energi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengonfirmasi serangan ke Yordania dengan menyatakan pihaknya menargetkan kompleks yang disebut sebagai tempat tinggal personel militer Amerika Serikat di wilayah Rukban.
Sebelumnya, militer Iran juga mengklaim menyerang aset-aset Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain, termasuk sistem pertahanan udara, instalasi radar, dan bangunan administrasi.
Ancaman Houthi
Trump turut menanggapi ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran untuk memblokade pelabuhan Arab Saudi. "Jika hal seperti itu terjadi, kami akan menanganinya. Kami pernah melakukannya terhadap Houthi sebelumnya," ujarnya.Di sisi lain, Arab Saudi mengecam ancaman Houthi. Namun, hingga kini belum jelas bagaimana kelompok tersebut akan menerapkan blokade terhadap pelabuhan Saudi.
Sementara itu, Pentagon menyatakan sedikitnya 17 personel militer Amerika Serikat telah tewas sejak konflik kembali pecah pada 7 Juli, sementara hampir 100 lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan perang sejauh ini telah menghabiskan biaya sekitar US$37,5 miliar, meningkat dari estimasi sebelumnya sebesar hampir US$29 miliar.
Meski konflik terus meningkat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat melalui mediator masih berlangsung.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga kembali menyerukan semua pihak menahan diri dan menghindari langkah yang dapat semakin memperburuk stabilitas kawasan.
Baca juga: Kendala Operasional, Stok Amunisi AS Menipis di Tengah Konflik Iran