Dokter Icha. (tangkapan layar)
Keluarga Dokter Icha Anggap Penonaktifan Veronika Lake Belum Penuhi Rasa Keadilan
Palce Amalo • 1 July 2026 19:20
Kupang: Keluarga mendiang dr Eliza Princila Utami Pakaenoni menegaskan keputusan menonaktifkan sementara anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, Veronika Lake, belum memenuhi rasa keadilan bagi keluarga. Paman almarhumah, Fabianus Banase, mengatakan keluarga akan terus mengawal seluruh proses hukum maupun proses etik yang sedang berjalan hingga tuntas.
Dokter Icha diduga diintimidasi Veronika dan dua anggota DPRD lainnya saat menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu, TTU. Peristiwa tersebut diduga menyebabkan almarhumah mengalami trauma dan ketakutan sebelum mengakhiri hidupnya pada Jumat pekan lalu. Sebelumnya, Veronika melalui video membantah telah melakukan intimidasi terhadap dokter tersebut.
Menurut Fabianus, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Badan Kehormatan DPRD TTU saat ini masih menyiapkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) beserta dokumen pendukung sebagai bagian dari penanganan dugaan pelanggaran etik.
"Perkembangan di Badan Kehormatan DPRD TTU saat ini masih dalam tahap persiapan berita acara pemeriksaan dan kelengkapan materi. Itu informasi yang kami terima dari DPRD," kata Fabianus Banase, Rabu, 1 Juli 2026.
Selain itu, kata dia, sejumlah ahli hukum dan ahli bahasa juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan pendapat sesuai kebutuhan dalam proses yang sedang berjalan.
Meskipun mengapresiasi langkah DPC PDI Perjuangan TTU yang menonaktifkan sementara Veronika Lake dari aktivitas kepartaian dan tugas di DPRD, Fabianus menilai keputusan tersebut belum menjawab tuntutan keadilan keluarga.
"Kami tidak mau hanya berhenti pada penonaktifan. Kami akan terus mengawal proses ini sampai tuntas," ujarnya.
Fabianus mengaku keluarga khawatir penonaktifan tersebut hanya bersifat sementara dan sewaktu-waktu dapat dicabut.
"Kalau memang serius, kenapa tidak diberhentikan saja? Soal proses di DPRD itu urusan lain. Yang kami inginkan adalah ada ketegasan," katanya.
.jpg)
Foto Dokter Icha Pakaenoni. (Metro TV/ Ferdinandus Rabu)
Ia menegaskan keluarga tidak akan berhenti mengawal perkara tersebut hingga seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.
"Anak kami sudah tidak ada. Yang kami cari sekarang adalah keadilan. Kami akan terus mengawal sampai seluruh proses hukum selesai dan semua pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Fabianus.
Karena itu, ia berharap aparat penegak hukum, Badan Kehormatan DPRD TTU, serta seluruh pihak terkait dapat menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum sehingga rasa keadilan bagi keluarga korban dapat terpenuhi.