Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Wang Ying.
Wall Street Melemah, Nasdaq Anjlok 1% akibat Tekanan Saham AI
Husen Miftahudin • 8 July 2026 07:54
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Pelemahan dipicu penurunan saham-saham teknologi setelah perdagangan kecerdasan buatan (AI) terpukul oleh reaksi pasar terhadap proyeksi pendapatan Samsung Electronics yang dinilai belum memenuhi ekspektasi tinggi investor.
Selain itu, sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap tiga kapal tanker dalam 24 jam terakhir di sekitar Selat Hormuz.
Pelaku pasar turut mencermati agenda Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), termasuk pertemuan bilateral Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an.
Mengutip Investing.com, Rabu, 8 Juli 2026, indeks S&P 500 turun 0,5 persen menjadi 7.501,05 poin. Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi merosot 1,2 persen ke 25.818,69 poin, sedangkan Nasdaq 100 turun 1,8 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,3 persen menjadi 52.924,56 poin.
Reli saham AI sebelumnya menjadi motor penguatan Wall Street pada April dan Mei setelah pasar pulih dari gejolak konflik Timur Tengah. Namun, setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran pada pertengahan Juni serta harga minyak kembali ke level sebelum konflik.
| Baca juga: Wall Street Melejit: Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Naik 1% |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Investor pelototi valuasi saham teknologi
Perhatian investor beralih kembali ke valuasi saham teknologi. Aksi ambil untung mulai muncul pada paruh kedua Juni, disertai kekhawatiran valuasi saham AI telah meningkat terlalu cepat.
Fokus investor pada perdagangan Selasa tertuju pada hasil sementara kuartal pertama dan panduan kuartal kedua Samsung Electronics. Perusahaan tersebut memperkirakan laba operasi konsolidasi sekitar 89,4 triliun won atau sekitar USD59,01 miliar dari penjualan konsolidasi sekitar 171 triliun won.
Jika tercapai, laba tersebut akan menjadi rekor baru bagi Samsung dan meningkat sekitar 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, saham Samsung justru ditutup hampir tujuh persen lebih rendah setelah pengumuman tersebut. Koreksi itu turut menyeret saham SK Hynix turun lebih dari enam persen dan indeks Kospi melemah hampir lima persen.