Pemain hingga Pelatih Mesir Blak-Blakan Merasa Dicurangi saat Lawan Argentina

Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan berargumen dengan wasit, Francois Letexier di laga Argentina vs Mesir. (Instagram/@thetwinhassan)

Pemain hingga Pelatih Mesir Blak-Blakan Merasa Dicurangi saat Lawan Argentina

Riza Aslam Khaeron • 8 July 2026 17:54

Atlanta: Isak tangis dan kemarahan mewarnai kegagalan dramatis Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mohamed Salah dan kawan-kawan menyerah dari juara bertahan Argentina dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026 WIB. 

Namun, sorotan utama pascapertandingan bukan semata soal aksi comeback spektakuler sang juara bertahan, melainkan kontroversi kepemimpinan wasit yang memicu emosi dari kubu Mesir.

Skuad Mesir sebenarnya sempat memimpin meyakinkan dengan skor 2-0 sebelum akhirnya Argentina bangkit di menit-menit akhir untuk merebut kemenangan.


Pemain Mesir Mohamed Salah terjatuh usai bola direbut pada masa injury time sebelum gol Argentina, memicu protes dari pihak Mesir. (Istimewa)

Jalannya laga mulai diwarnai keputusan kontroversial ketika gol Mostafa Zico di babak kedua dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena adanya dugaan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Tak sampai di situ, tuntutan penalti Mesir di masa injury time juga diabaikan oleh sang pengadil lapangan, sesaat sebelum Argentina melancarkan serangan balik yang berbuah gol penentu kemenangan.

Keputusan-keputusan kontroversial ini seketika menyulut ketegangan di bangku cadangan Mesir, yang berujung pada kartu merah bagi salah satu staf pelatih akibat melayangkan protes terlampau keras.

Zico, sang pencetak gol bagi Mesir di menit ke-67, tampak masih diliputi kekecewaan mendalam saat berbicara seusai laga. Melansir The Daily Star, penyerang andalan tersebut tanpa ragu melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan wasit.

"Wasitnya tidak bagus, dia tidak adil. Ketidakadilannya jelas. Dia menganiaya kami sejak awal pertandingan. Dia tidak ingin kami menang," ujar Zico dengan suara bergetar.

"Ini adalah pertandingan yang dicurangi. Itu bukan kesalahan kami. Wasit itu... sepertinya pertandingan ini sudah diatur. Kami unggul 2-0, dan dia terus menerus menekan kami. Selamat untuk Argentina atas Piala Dunianya, sepertinya begitu," tambahnya dengan nada sinis.
 
Baca Juga:
Profil Francois Letexier, dari Wasit Terbaik hingga Kontroversi Argentina vs Mesir 

Hossam Hassan turut Luapkan Kekecewaan

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, turut meluapkan kekecewaan sekaligus mendukung pernyataan keras anak asuhnya. Sang juru taktik bahkan menegaskan bahwa dirinya sudah kehilangan minat untuk menyaksikan sisa kompetisi di Piala Dunia kali ini.

"Saya akan pulang dan tidak akan menonton pertandingan lain dari turnamen ini," kata Hassan kepada wartawan usai laga.

"Apa yang terjadi pada kami tidak adil. Kami seharusnya mendapat penalti, sebuah gol dianulir, dan saya tidak tahu mengapa itu dianulir," tambah Hossam Hassan.

Meski mengakui anak asuhnya sempat melakukan beberapa kelalaian taktis yang memicu kebangkitan Argentina, Hassan menegaskan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut menjadi tidak berarti akibat keputusan wasit yang secara langsung mengubah jalannya pertandingan.

"Bahkan jika gol-gol itu berasal dari kesalahan, kesalahan terbesar adalah tidak mendapatkan apa yang menjadi hak Anda dari mereka yang bertanggung jawab membuat keputusan," tegasnya.

Pelatih Mesir tersebut tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya yang sukses menyudutkan sang juara bertahan hingga detik-detik akhir.

"Sebagian besar pemain kami berasal dari liga domestik Mesir. Namun kami mampu bersaing dengan siapa pun," ujar Hassan.

(Riza Aslam Khaeron)