Ilustrasi, mobil Tesla Cybertruck Cyberbeast. Foto: dok Glamour.
Takhta Tesla Runtuh, BYD Resmi Jadi Raja Mobil Listrik Dunia 2025
Husen Miftahudin • 6 January 2026 14:30
Jakarta: Industri kendaraan listrik (EV) global mencatat pergeseran takhta yang signifikan pada tahun 2025. Produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS), Tesla, melaporkan penurunan pengiriman kendaraan global sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini secara resmi menandai pertama kalinya posisi Tesla sebagai raja EV dunia direbut oleh raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD.
Melansir Xinhua, Selasa, 6 Januari 2026, berdasarkan data resmi perusahaan, Tesla memproduksi 1,655 juta unit dan mengirimkan 1,636 juta unit kendaraan sepanjang 2025. Angka ini merosot dari pencapaian tahun 2024 yang berhasil memproduksi 1,773 juta unit dengan total pengiriman 1,789 juta unit.
Di sisi lain, BYD menunjukkan pertumbuhan yang agresif. Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut melaporkan penjualan global mencapai 2,257 juta unit pada 2025, melonjak 27,86 persen secara year-on-year. BYD juga mencatat ekspansi pasar yang kuat di luar Tiongkok, mencakup wilayah Asia, Eropa, hingga Amerika Latin.
| Baca juga: Menang Gugatan, Elon Musk Dapat Paket Gaji USD140 Miliar dari Tesla |

(Mobil listrik BYD. Foto: Unsplash)
Gegara AS hapus insentif pajak pembelian kendaraan listrik
Penurunan kinerja Tesla paling terasa pada kuartal keempat (Q4) 2025. Pengiriman pada periode tersebut anjlok sekitar 16 persen dibandingkan kuartal keempat 2024.
Para pengamat menilai titik balik penurunan ini terjadi setelah pemerintah AS menghapus insentif pajak pembelian kendaraan listrik pada September 2025. Hilangnya stimulus tersebut berdampak langsung pada daya beli konsumen dan minat pasar domestik.
Meskipun kehilangan gelar global, Tesla tetap mendominasi pasar domestik dengan menguasai sekitar 45 persen pangsa pasar EV di Amerika Serikat. Namun, angka-angka ini mencerminkan kelesuan pasar yang lebih luas di AS. (Surya Mahmuda)