Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong. (KCNA / Anadolu Agency)
Kim Yo-jong Desak Korsel Selidiki Tuntas Insiden Drone di Korea Utara
Willy Haryono • 12 January 2026 13:01
Pyongyang: Kim Yo-jong, adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mendesak Korea Selatan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden masuknya drone ke wilayah udara Korea Utara.
Mengutip media pemerintah KCNA, pernyataan tersebut disampaikan Kim Yo-jong pada Minggu kemarin. Ia mengapresiasi sikap resmi Seoul yang menyatakan tidak memiliki niat melakukan provokasi, namun tetap melontarkan peringatan keras terkait potensi eskalasi di masa depan.
Menurut Kim Yo-jong, setiap tindakan provokatif lanjutan berisiko membawa konsekuensi serius bagi hubungan kedua negara. “Fakta yang jelas adalah bahwa drone dari ROK (Republik Korea) telah melanggar wilayah udara negara kami,” ujarnya, seperti dikutip AsiaOne, Senin, 12 Januari 2026.
Militer Korut melaporkan adanya sejumlah drone yang diduga terbang dari wilayah Korsel pada awal Januari ini, menyusul insiden serupa yang terjadi pada September lalu. Menanggapi tudingan tersebut, militer Korea Selatan membantah mengoperasikan drone dimaksud dan menduga keterlibatan pihak sipil.
Kim Yo Jong menegaskan bahwa otoritas keamanan nasional Korea Selatan tidak dapat lepas tanggung jawab, terlepas dari apakah pelaku insiden merupakan organisasi sipil maupun individu. Ia menilai pemerintah Seoul tetap memikul tanggung jawab penuh atas pelanggaran wilayah udara yang terjadi.
Sementara itu, Kantor Keamanan Nasional Korsel menyatakan akan segera merilis hasil penyelidikan guna memperjelas posisi pemerintah yang berupaya menghindari konflik terbuka.
Pemerintahan Korsel di bawah Presiden Lee Jae-myung saat ini tengah berupaya memperbaiki hubungan bilateral dan telah mengusulkan pembukaan dialog militer dengan Pyongyang.
Namun demikian, hingga kini Pyongyang belum memberikan tanggapan positif atas upaya tersebut. Hubungan kedua Korea tetap membeku sejak Kim Jong Un secara resmi menetapkan Korea Selatan sebagai negara musuh yang terpisah pada akhir 2023. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Korsel Janji Selidiki Insiden Drone, Bantah Niat Provokasi ke Korut