Ilustrasi. Foto: Freepik.
Ketidakpastian Venezuela Bikin Harga Minyak Dunia Ambrol
Husen Miftahudin • 7 January 2026 08:51
Houston: Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) karena pasar mempertimbangkan ekspektasi pasokan global yang melimpah tahun ini terhadap ketidakpastian seputar produksi minyak mentah Venezuela setelah AS menangkap Nicolas Maduro, pemimpin negara Amerika Selatan tersebut.
Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 7 Januari 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun USD1,06, atau 1,7 persen, menjadi USD60,70 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun USD1,19, atau 2 persen, menjadi USD57,13 per barel.
Permintaan minyak global kemungkinan tumbuh sekitar 900 ribu barel per hari pada tahun lalu, dibandingkan dengan tingkat tren historis sebesar 1,2 juta barel per hari.
Pasokan OPEC tumbuh 1,6 juta barel per hari dan pasokan non-OPEC tumbuh sekitar 2,4 juta barel per hari antara kuartal keempat 2024 dan 2025, kata analis Morgan Stanley.
Para pelaku pasar juga mengatakan mereka memperkirakan harga minyak akan berada di bawah tekanan pada 2026 karena meningkatnya pasokan dan lemahnya permintaan.
| Baca juga: Trump: Venezuela Kudu Setor 30 Juta hingga 50 Juta Barel Minyak ke AS |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Tertekan ketidakpastian Venezuela
Tekanan harga kepada harga minyak dunia dapat diperburuk oleh penangkapan Maduro oleh AS dan potensinya untuk mempercepat berakhirnya embargo AS terhadap minyak Venezuela, yang menyebabkan peningkatan produksi.
Para pelaku pasar juga memperdebatkan arah pasokan minyak Venezuela di masa depan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim perusahaan-perusahaan minyak AS siap berinvestasi di negara Amerika Selatan tersebut untuk meningkatkan produksi dan ekspornya.
Para CEO perusahaan minyak AS diperkirakan akan mengunjungi Gedung Putih paling cepat pada Kamis untuk membahas investasi di Venezuela, menurut tiga sumber yang mengetahui perencanaan tersebut.
Sektor minyak Venezuela diketahui telah lama mengalami penurunan, sebagian karena kurangnya investasi dan sanksi AS. Produksi minyak dari negara tersebut rata-rata 1,1 juta barel per hari tahun lalu.
Sementara itu, persediaan minyak mentah AS turun pekan lalu sementara stok bahan bakar naik, kata sumber pasar, mengutip angka dari American Petroleum Institute pada Selasa. Angka API menunjukkan penurunan 2,77 juta barel dalam stok minyak mentah AS.