Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Diyakini Masih Berpotensi Melonjak
Eko Nordiansyah • 5 May 2026 10:53
Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan mulai menunjukkan peluang penguatan dalam jangka pendek setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 mengindikasikan adanya tanda-tanda pelemahan tekanan jual dan potensi terjadinya koreksi naik.
Secara teknikal, Geraldo mengatakan, harga emas saat ini terlihat mulai tertahan di area support kuat di level 4.510. Level ini menjadi titik penting yang mampu menahan laju penurunan harga, sehingga memberikan indikasi bahwa tekanan bearish mulai mereda.
"Ketika harga mampu bertahan di area support yang kuat, hal ini sering kali menjadi awal dari potensi pembalikan arah atau setidaknya koreksi naik," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Dengan kondisi tersebut, harga emas diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan dalam bentuk secondary trend atau koreksi naik setelah penurunan sebelumnya. Pergerakan ini merupakan bagian normal dari dinamika pasar, di mana harga tidak bergerak satu arah secara terus-menerus.
(2).jpg)
(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti)
Potensi gerak emas dalam jangka pendek
Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju area resistance terdekat di kisaran USD4.560 hingga USD4.588. Area ini menjadi target awal yang akan diuji oleh pasar dalam fase kenaikan. Selain itu, level tersebut juga berdekatan dengan indikator Moving Average 21 dan 34, yang berfungsi sebagai resistance dinamis dan berpotensi menahan kenaikan harga.Indikator stochastic menunjukkan kondisi jenuh jual. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal tekanan jual sudah terlalu kuat dan pasar berpotensi mengalami pembalikan arah atau setidaknya rebound dalam jangka pendek. Hal ini semakin memperkuat peluang kenaikan harga emas saat ini.
"Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan harga di area resistance. Kenaikan yang terjadi dalam fase koreksi biasanya bersifat terbatas dan masih berpotensi menghadapi tekanan kembali jika tidak didukung oleh momentum yang kuat," ujar dia.
Dukungan fundamental emas
Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh pelemahan sementara dolar Amerika Serikat. Setelah sebelumnya mengalami penguatan, dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah, yang biasanya memberikan ruang bagi harga emas untuk naik karena menjadi lebih menarik bagi investor global.Selain itu, kondisi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai stabil atau bahkan menurun turut memberikan dukungan tambahan. Ketika yield tidak lagi meningkat, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset tersebut.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai lebih berhati-hati atau dovish juga menjadi faktor penting. Jika pasar melihat bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat, maka emas akan mendapatkan sentimen positif karena menjadi lebih kompetitif dibandingkan aset berbasis imbal hasil.
Di sisi lain, posisi harga yang saat ini berada di area support kuat juga mendorong aksi beli dari pelaku pasar. Banyak investor yang memanfaatkan kondisi harga rendah untuk melakukan pembelian, atau yang dikenal sebagai bargain hunting. Aktivitas ini dapat membantu mendorong harga emas naik dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini memiliki peluang untuk mengalami rebound setelah penurunan sebelumnya. Selama harga mampu bertahan di atas area support, potensi kenaikan menuju kisaran USD4.560 hingga USD4.588 masih terbuka.
"Namun demikian, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan memantau perkembangan pasar global. Dengan kondisi yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga emas ke depan," ungkapnya.